Menkomdigi Meutya Hafid di WSIS Forum 2026: Transformasi Digital Harus Inklusif dan Jaga Bahasa-Budaya
JENEWA – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa transformasi digital harus berjalan secara inklusif dengan tetap menjaga keberagaman bahasa, budaya, serta identitas bangsa. Pesan tersebut disampaikan dalam World Summit on the Information Society (WSIS) Forum 2026 yang berlangsung di Jenewa, Swiss, pada 10–13 Juli 2026.
WSIS Forum merupakan forum internasional tahunan yang mempertemukan pemerintah, organisasi internasional, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat sipil untuk membahas arah kebijakan transformasi digital global.
Dalam forum tersebut, Meutya Hafid menekankan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh mengikis nilai-nilai budaya maupun memperlebar kesenjangan digital di tengah masyarakat.
Menurutnya, transformasi digital harus mampu menghadirkan manfaat yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat sekaligus tetap menghormati keberagaman budaya dan bahasa sebagai identitas setiap bangsa.
“Kita harus memastikan bahwa transformasi digital benar-benar inklusif, memperluas manfaat bagi semua, serta didukung kolaborasi global untuk menjembatani kesenjangan digital,” ujar Meutya Hafid.
Pada kesempatan yang sama, Indonesia juga mencatatkan capaian penting di tingkat internasional dengan terpilihnya tiga wakil Indonesia untuk menduduki posisi strategis di International Telecommunication Union (ITU).
Ketiga posisi tersebut meliputi Ketua dan Wakil Ketua Study Group 2 (SG2) ITU serta Wakil Ketua Council Working Group ITU. Pencapaian tersebut dinilai menjadi pengakuan atas kontribusi Indonesia dalam pengembangan kebijakan telekomunikasi dan transformasi digital global.
Selain itu, Indonesia turut memperoleh pengakuan melalui penyampaian United Nations Sustainable Development Goals (UNSDG) Digital Impact Assessment dalam forum High-level Dialogue on Digital Cooperation.
Dalam berbagai sesi pembahasan, Indonesia mendorong pendekatan transformasi digital yang berorientasi pada manusia dengan memperkuat literasi digital, keamanan siber, pemerataan akses teknologi, serta perlindungan hak-hak digital masyarakat.
Menkomdigi juga menekankan pentingnya membangun kerja sama internasional melalui penguatan berbagi pengetahuan, kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta, serta pembiayaan inovatif guna mempercepat pemerataan transformasi digital.
Menurut Meutya, kemajuan teknologi harus menjadi sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan nilai-nilai budaya lokal yang menjadi kekayaan bangsa.
Melalui partisipasi aktif dalam WSIS Forum 2026 dan keterlibatan pada berbagai posisi strategis di ITU, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berperan dalam membangun ekosistem digital global yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.
