Juli 16, 2026

Lima Bendungan Resmi Beroperasi, Layani Irigasi 39.540 Hektare untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

0
IMG-20260713-WA0141

JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pembangunan infrastruktur sumber daya air. Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan yang tersebar di empat provinsi pada Jumat (10/7/2026) sebagai bagian dari strategi meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung terwujudnya swasembada pangan.

Peresmian dipusatkan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Kelima bendungan tersebut memiliki kapasitas tampung total mencapai 371,23 juta meter kubik air dan diharapkan menjadi penopang utama sektor pertanian di berbagai daerah.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan bendungan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya petani, melalui penyediaan air irigasi yang memadai untuk meningkatkan hasil produksi pertanian.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan bahwa pembangunan bendungan tidak berhenti pada penyelesaian konstruksi semata, tetapi juga memastikan distribusi air hingga ke lahan pertanian melalui jaringan irigasi yang terintegrasi.

“Dalam mendukung ketahanan pangan, lima bendungan ini memberikan manfaat layanan irigasi seluas kurang lebih 39.540 hektare yang ditunjang oleh total jaringan irigasi sepanjang 279,98 kilometer,” ujar Menteri Dody Hanggodo.

Jaringan tersebut terdiri atas saluran primer, sekunder, dan tersier yang terhubung dengan sistem irigasi eksisting sehingga distribusi air dapat berlangsung lebih efektif dan efisien.

Lima bendungan yang telah diresmikan meliputi Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat, Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Bali.

Total investasi pembangunan kelima bendungan tersebut mencapai sekitar Rp9,79 triliun. Kehadirannya diharapkan mampu meningkatkan luas layanan irigasi secara signifikan, sehingga produktivitas pertanian nasional terus bertambah dan kesejahteraan petani meningkat.

Selain mendukung sektor pertanian, masing-masing bendungan juga memiliki manfaat strategis lainnya. Bendungan Meninting dilengkapi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas 1,21 megawatt (MW) serta memiliki potensi pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung sebesar 2 MW.

Sementara itu, Bendungan Keureuto di Aceh memiliki PLTA berkapasitas 7 MW dan berfungsi sebagai pengendali banjir di wilayah Aceh Utara sekaligus mendukung peningkatan indeks pertanaman.

Pemerintah memperkirakan keberadaan lima bendungan tersebut mampu meningkatkan indeks pertanaman hingga 300 persen serta menambah produksi gabah mencapai sekitar 420 ribu ton pada setiap musim tanam.

Kementerian Pekerjaan Umum menegaskan akan terus memperkuat pengelolaan bendungan dan jaringan irigasi secara profesional agar manfaat infrastruktur dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Melalui pembangunan bendungan, jaringan irigasi, dan infrastruktur pendukung lainnya, pemerintah optimistis mampu memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan produktivitas sektor pertanian, serta mewujudkan swasembada pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *