Juli 17, 2026

Kandang Ayam di Padureso Kebumen Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp750 Juta

0
IMG-20260713-WA0161(1)

KEBUMEN – Kebakaran hebat menghanguskan sebuah kandang ayam di Dukuh Krajan II, Desa Pejengkolan, Kecamatan Padureso, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, pada Minggu (12/7/2026) dini hari. Peristiwa tersebut mengakibatkan bangunan kandang beserta ribuan ekor ayam di dalamnya ludes terbakar dengan total kerugian material diperkirakan mencapai Rp750 juta.

Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, sumber api diduga berasal dari kebocoran alat pemanas Gasolek yang menggunakan tabung gas.

“Diduga api berasal dari kebocoran alat pemanas Gasolek yang menggunakan tabung gas,” ujar Kapolres berdasarkan hasil penyelidikan awal.

Gasolek merupakan alat pemanas yang umum digunakan peternak ayam untuk menjaga suhu kandang, terutama pada ayam usia dini. Meski sangat membantu proses budidaya, penggunaan alat tersebut memerlukan pengawasan ketat karena kebocoran gas berpotensi memicu kebakaran.

Kandang yang terbakar diketahui milik Dwi Susilo, warga Desa Pejengkolan, Kecamatan Padureso. Selain menghanguskan bangunan kandang, kebakaran juga menyebabkan ribuan ekor ayam mati sehingga kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp750 juta.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Polisi menerima laporan sekitar pukul 06.00 WIB. Personel Polsek Padureso kemudian langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan area, serta berkoordinasi dengan perangkat desa dan warga setempat.

Kapolsek Padureso Ipda Sampun bersama personel Polsek, perangkat Desa Pejengkolan, dan masyarakat bergotong royong memadamkan kobaran api secara manual agar tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.

Upaya pemadaman dilakukan secara cepat mengingat posisi kandang berada cukup dekat dengan bangunan lain yang berpotensi ikut terbakar apabila api tidak segera dikendalikan.

Pasca kejadian, Polres Kebumen mengimbau seluruh peternak agar meningkatkan kewaspadaan dalam menggunakan alat pemanas berbahan bakar gas di kandang ternak. Pemeriksaan rutin terhadap regulator, selang gas, tabung, serta instalasi pemanas dinilai sangat penting untuk mencegah kebocoran yang dapat memicu kebakaran.

Memasuki musim kemarau, masyarakat juga diminta lebih waspada terhadap potensi kebakaran. Alat pemanas sebaiknya tidak dibiarkan menyala tanpa pengawasan, terutama pada malam hingga dini hari ketika risiko keterlambatan penanganan lebih besar.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para peternak untuk selalu memastikan seluruh peralatan pemanas berada dalam kondisi aman sebelum digunakan sehingga kejadian serupa dapat dicegah di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *