Wamentan RI–Polandia Perkuat Kolaborasi Pangan, Bidik Pasar Global di Tengah Krisis
VIRAL POST — Wakil Menteri Pertanian RI Sudaryono menerima kunjungan Wakil Menteri Pertanian Polandia Małgorzata Gromadzka di Kantor Pusat Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Senin (20/4/2026), dalam upaya memperkuat kerja sama strategis sektor pangan di tengah dinamika global.
Pertemuan ini menegaskan posisi Indonesia yang terbuka terhadap kerja sama internasional, termasuk memanfaatkan peluang perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Eropa guna memperkuat ketahanan pangan nasional.
Sudaryono menekankan bahwa di tengah konflik global, perang, dan gangguan rantai pasok, kerja sama antarnegara harus lebih konkret ,tidak sekadar wacana. Fokus diarahkan pada pembukaan akses pasar, penyederhanaan prosedur teknis, serta peningkatan investasi dan riset di sektor pertanian.
Dalam diskusi teknis, Polandia mendorong ekspor komoditas seperti daging sapi, produk susu, gandum, dan buah berry ke Indonesia. Sementara itu, Indonesia menegaskan pentingnya standar kesehatan, sertifikasi veteriner, serta audit ketat sebelum akses pasar diberikan.
Pemerintah juga menunjukkan sikap selektif terhadap komoditas tertentu seperti unggas, dengan mempertimbangkan aspek keamanan hayati dan perlindungan produksi dalam negeri. Namun, peluang tetap terbuka bagi komoditas lain yang memenuhi standar dan kebutuhan pasar.
“Pertanian bukan sekadar perdagangan, tapi soal ketersediaan pangan. Ini menyangkut bagaimana kita menjaga kebutuhan masyarakat,” tegas Sudaryono.
Kedua negara sepakat membentuk kelompok kerja teknis untuk mempercepat penyelesaian protokol perdagangan, termasuk untuk komoditas utama seperti daging sapi dan produk susu. Selain itu, kerja sama akan diperluas melalui forum bisnis, penjajakan investasi, serta peluang penandatanganan nota kesepahaman jangka panjang.
Gromadzka menilai hubungan bilateral ini memiliki potensi besar karena karakteristik produksi kedua negara yang saling melengkapi. Ia juga menyebut Polandia dapat menjadi pintu masuk Indonesia ke pasar Eropa, sementara Indonesia berperan sebagai gerbang Polandia ke Asia.
Kerja sama ini diharapkan tidak hanya meningkatkan volume perdagangan, tetapi juga memperkuat sistem pangan yang tangguh, berkelanjutan, dan saling menguntungkan di tengah tantangan global yang kian kompleks.
