KSP Kawal Proyek Kedung Keris West di Bojonegoro, Target Tambah Produksi 15.000 Barel Minyak per Hari
BOJONEGORO – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman meninjau langsung Proyek Kedung Keris West (KKW) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (7/7/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari Program KSP Mendekat yang bertujuan mempercepat penyelesaian proyek-proyek strategis nasional melalui penguatan koordinasi lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan.
Proyek Kedung Keris West yang dioperasikan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menjadi salah satu dari tiga proyek migas prioritas nasional yang mendapat pengawalan langsung Kantor Staf Presiden. Meski hanya membutuhkan lahan sekitar 0,6 hektare atau 6.000 meter persegi, proyek ini diproyeksikan mampu menambah produksi minyak nasional hingga sekitar 15.000 barel per hari.
Tambahan produksi tersebut diperkirakan memiliki nilai ekonomi mencapai sekitar Rp25 miliar setiap hari dan menjadi salah satu kontribusi penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi domestik.
Dalam peninjauan tersebut, Dudung Abdurachman menegaskan bahwa berbagai hambatan administrasi maupun perizinan tidak boleh menghambat percepatan proyek strategis yang memiliki dampak besar terhadap kepentingan nasional.
“Produksi migas dalam negeri harus kita kawal. Di tengah kebutuhan energi yang terus meningkat, setiap potensi tambahan produksi minyak dan gas bumi harus segera direalisasikan. Kita perlu bekerja cepat, tetapi tetap tertib dan sesuai aturan,” ujar Dudung.
Ia menegaskan kehadiran Kantor Staf Presiden di lokasi proyek bukan untuk mengambil alih kewenangan instansi lain, melainkan memastikan seluruh kendala dapat diselesaikan melalui koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi yang efektif antar pemangku kepentingan.
Hasil peninjauan menunjukkan bahwa Proyek Kedung Keris West tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan produksi minyak nasional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Proyek ini diperkirakan mampu membuka sekitar 1.000 lapangan kerja baru, melengkapi investasi sebelumnya yang telah menyerap sekitar 1.500 tenaga kerja.
Percepatan proyek migas tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan peningkatan lifting minyak nasional hingga mencapai 1 juta barel per hari pada periode 2029–2030. Target tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak mentah.
Melalui Program KSP Mendekat, pemerintah berupaya menghadirkan solusi cepat terhadap berbagai kendala investasi, termasuk persoalan penyediaan lahan, koordinasi antarinstansi, serta penyelesaian berbagai hambatan teknis di lapangan.
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur, Bupati Bojonegoro, SKK Migas, serta jajaran ExxonMobil Cepu Limited turut hadir memberikan dukungan terhadap percepatan proyek. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku industri dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat realisasi investasi strategis nasional.
Kantor Staf Presiden berharap pengawalan terhadap Proyek Kedung Keris West mampu memberikan kepastian bagi investor, mempercepat peningkatan produksi migas nasional, membuka lebih banyak lapangan pekerjaan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.
Dengan percepatan proyek-proyek energi strategis seperti Kedung Keris West, pemerintah optimistis target kemandirian energi nasional dapat tercapai sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia dalam menghadapi tantangan global di masa mendatang.
