Juli 14, 2026

BSSN dan RSP UI Perkuat Keamanan Siber Rumah Sakit melalui Seminar Fortifying The Digital Hospital

0
IMG-20260709-WA0059

DEPOK – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bersama Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSP UI) menggelar Seminar dan Workshop bertajuk “Fortifying The Digital Hospital” di RSP UI, Depok, Rabu (8/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan siber sektor kesehatan sekaligus mendorong pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

Seminar mempertemukan para pimpinan rumah sakit, manajer teknologi informasi, tenaga kesehatan, akademisi, serta praktisi keamanan siber guna membahas tantangan dan solusi dalam menjaga keamanan sistem digital rumah sakit di tengah pesatnya transformasi layanan kesehatan.

Transformasi digital telah membawa perubahan besar dalam pelayanan kesehatan melalui pemanfaatan rekam medis elektronik, telemedicine, kecerdasan buatan, hingga perangkat medis berbasis Internet of Medical Things (IoMT). Namun, perkembangan tersebut juga meningkatkan risiko serangan siber yang dapat mengancam kerahasiaan data pasien, mengganggu operasional rumah sakit, bahkan berdampak pada keselamatan pasien.

Dalam sambutannya, Kepala BSSN menegaskan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu infrastruktur kritis nasional yang harus mendapatkan perlindungan maksimal dari ancaman siber. Berdasarkan data BSSN, sepanjang tahun 2024 terdeteksi sekitar 351,7 juta anomali trafik siber dengan dominasi aktivitas malware mencapai 66,59 persen.

Menurut BSSN, meningkatnya digitalisasi layanan kesehatan harus diimbangi dengan penguatan sistem keamanan informasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penerapan standar keamanan yang memadai agar rumah sakit mampu menghadapi berbagai bentuk ancaman siber.

Seminar juga membahas implementasi berbagai standar keamanan informasi, termasuk ISO 27001 serta kerangka kerja keamanan khusus bagi Internet of Medical Things (IoMT). Selain aspek teknologi, para peserta menyoroti pentingnya membangun budaya keamanan siber melalui edukasi dan pelatihan rutin kepada seluruh tenaga kesehatan dan pegawai rumah sakit.

Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah mendorong pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) di setiap fasilitas kesehatan. Tim tersebut diharapkan mampu melakukan deteksi dini, respons cepat, penanganan insiden, hingga pemulihan sistem apabila terjadi serangan siber yang mengganggu layanan rumah sakit.

Pembentukan TTIS dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan siber nasional, khususnya di sektor kesehatan yang mengelola data pribadi masyarakat dalam jumlah besar serta mengoperasikan sistem pelayanan yang bersifat vital.

Sebagai rumah sakit pendidikan, RSP UI terus memperkuat sistem keamanan digital melalui kolaborasi bersama BSSN. Pendampingan yang dilakukan mencakup evaluasi tingkat kematangan keamanan siber, peningkatan tata kelola keamanan informasi, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang keamanan digital.

Kolaborasi antara BSSN dan RSP UI diharapkan menjadi contoh bagi rumah sakit lain dalam membangun sistem layanan kesehatan digital yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.

Ke depan, keberhasilan transformasi digital sektor kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keamanan data, melindungi privasi pasien, serta memastikan layanan kesehatan tetap berjalan secara optimal di tengah meningkatnya ancaman siber global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *