Juli 16, 2026

Kebakaran Hanguskan Rumah Non Permanen di Payoselincah, Damkar Jambi Kerahkan 25 Personel

0
IMG-20260713-WA0133

JAMBI – Kebakaran menghanguskan sebuah rumah non permanen yang juga difungsikan sebagai tempat penampungan barang bekas di kawasan Payoselincah, Kota Jambi, pada Minggu (12/7/2026).

Peristiwa tersebut mengakibatkan bangunan yang didominasi material kayu beserta barang-barang di dalamnya ludes terbakar. Beruntung, tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi menerima laporan kebakaran melalui Call Center 112 pada pukul 11.39 WIB. Petugas kemudian bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar sepuluh menit kemudian untuk melakukan upaya pemadaman.

Kepala Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandy, menjelaskan bahwa objek yang terbakar merupakan rumah non permanen yang sekaligus dijadikan lokasi penyimpanan barang bekas.

Material bangunan yang didominasi kayu serta banyaknya barang mudah terbakar membuat kobaran api cepat membesar sehingga proses pemadaman membutuhkan penanganan intensif.

Dalam operasi tersebut, Damkartan Kota Jambi mengerahkan sebanyak 25 personel, satu unit kendaraan komando, serta lima unit armada pemadam.

Petugas menghabiskan sekitar 25.000 liter air hingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya setelah proses penanganan yang berlangsung kurang lebih satu jam empat puluh menit.

Berdasarkan informasi awal di lapangan, dugaan sementara penyebab kebakaran mengarah pada aktivitas seorang orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Namun demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.

“Kami masih berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memastikan penyebab pasti kebakaran,” ujar Mustari Affandy.

Petugas mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada bangunan non permanen maupun lokasi penyimpanan barang-barang yang mudah terbakar.

Masyarakat juga diingatkan untuk rutin memeriksa instalasi listrik, tidak membakar sampah secara sembarangan, serta segera melaporkan setiap kejadian kebakaran melalui layanan darurat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Hingga proses pendinginan selesai dilakukan, petugas memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan, sementara penyelidikan mengenai penyebab insiden masih terus berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *