GDUFS dan MUI Jalin Kerja Sama Strategis, Buka Peluang Pendidikan bagi Cendekiawan Muda Indonesia
GUANGZHOU – Hubungan kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok di bidang pendidikan dan kebudayaan kembali diperkuat. Guangdong University of Foreign Studies (GDUFS) resmi menawarkan sejumlah program kerja sama strategis kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam pertemuan yang berlangsung di VIP Hall Gedung Administrasi Kampus Baiyunshan, Guangzhou, Tiongkok, pada Sabtu (11/7/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan akademik kedua negara melalui pengembangan sumber daya manusia, pertukaran budaya, hingga peningkatan kolaborasi pendidikan.
Delegasi MUI dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal MUI, KH Masduki Baidlowi, dan disambut secara resmi oleh jajaran pimpinan GDUFS dengan prosesi penyambutan yang diwarnai pengibaran bendera Merah Putih sebagai simbol penghormatan kepada Indonesia.
Wakil Rektor GDUFS, Prof. LAN Hongjun, menegaskan komitmen universitas untuk membangun kerja sama yang bersifat nyata, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
Menurutnya, GDUFS menawarkan berbagai program strategis, mulai dari pengajaran bahasa Indonesia, pengembangan kajian budaya Indonesia, penyelenggaraan seminar internasional bersama, hingga peluang bagi cendekiawan muda serta tenaga pengajar MUI untuk berkontribusi dalam kegiatan akademik di lingkungan GDUFS.
“GDUFS berkomitmen membangun kerja sama yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menghasilkan program nyata yang memberikan manfaat bagi kedua institusi,” ujar Prof. LAN Hongjun.
Sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Tiongkok dalam bidang studi bahasa asing, hubungan internasional, dan komunikasi lintas budaya, GDUFS memandang Indonesia sebagai mitra strategis dalam memperkuat pemahaman budaya, keagamaan, dan kerja sama pendidikan di kawasan Asia.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal MUI KH Masduki Baidlowi menyambut baik tawaran kerja sama tersebut. Ia menilai kolaborasi ini menjadi peluang besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sekaligus memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara.
“Kerja sama ini bukan hanya mengenai pendidikan, tetapi juga membangun jembatan pemahaman antarperadaban. Kami berharap lahir generasi cendekiawan yang memiliki wawasan global sekaligus tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman,” ujar KH Masduki Baidlowi.
MUI menyatakan kesiapan untuk menyiapkan kader-kader terbaik yang akan mengikuti berbagai program akademik, pertukaran budaya, maupun pengembangan kapasitas yang ditawarkan GDUFS.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi penguatan diplomasi masyarakat (people-to-people diplomacy) antara Indonesia dan Tiongkok. Selain membuka peluang pendidikan dan pengembangan akademik, kerja sama tersebut juga diharapkan memperluas kolaborasi di bidang penelitian, kajian keislaman kontemporer, pengembangan kurikulum pendidikan, serta pertukaran dosen dan mahasiswa.
Dengan semakin eratnya hubungan di sektor pendidikan, kedua negara optimistis dapat membangun kemitraan yang saling menguntungkan sekaligus memperkuat kerja sama di berbagai bidang strategis pada masa mendatang.
