Juli 14, 2026

Prabowo Targetkan Restrukturisasi BUMN, Jumlah Entitas Dipangkas dari 1.000 Menjadi Sekitar 250

0
IMG-20260704-WA0013

VIRAL POST– Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan reformasi besar-besaran terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui program restrukturisasi dan konsolidasi. Dari lebih dari 1.000 entitas BUMN yang ada saat ini, pemerintah menargetkan jumlahnya akan dipangkas menjadi sekitar 250 perusahaan yang dinilai lebih sehat, efisien, dan kompetitif.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri 2026 di Jakarta Convention Center, Kamis (2/7/2026). Menurut Presiden, reformasi ini bertujuan meningkatkan efektivitas pengelolaan perusahaan negara sekaligus mengurangi beban anggaran yang selama ini digunakan untuk membiayai perusahaan yang tidak produktif.

Prabowo menilai banyak entitas BUMN yang tidak menghasilkan keuntungan, tetapi tetap membutuhkan biaya operasional yang besar, termasuk untuk membayar manajemen dan struktur organisasi. Karena itu, pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh perusahaan pelat merah.

“Perusahaan yang tidak menghasilkan keuntungan tetapi terus membebani keuangan negara harus dievaluasi. Uang negara adalah uang rakyat yang harus dikelola secara bertanggung jawab,” tegas Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyinggung pentingnya mendorong BUMN menjadi pusat inovasi nasional. Menurutnya, perusahaan negara dapat berkontribusi lebih besar terhadap riset dan pengembangan apabila memiliki kinerja keuangan yang sehat.

Pemerintah menargetkan proses restrukturisasi tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua tahun. Melalui proses konsolidasi, sejumlah perusahaan akan digabungkan, sementara entitas yang dinilai tidak lagi memiliki prospek usaha akan dievaluasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Langkah tersebut menjadi bagian dari agenda reformasi BUMN yang terintegrasi dengan pengembangan Danantara sebagai super holding investasi nasional. Pemerintah berharap konsolidasi mampu menciptakan tata kelola perusahaan yang lebih profesional, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat daya saing BUMN di tingkat regional maupun global.

Sebelumnya, pemerintah juga telah mengarahkan agar implementasi Danantara dipercepat sebagai instrumen pengelolaan aset negara secara lebih optimal. Restrukturisasi BUMN dipandang menjadi salah satu fondasi utama dalam memperkuat kinerja perusahaan negara sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Ke depan, pemerintah berharap reformasi tersebut mampu menghadirkan BUMN yang lebih sehat, transparan, dan akuntabel. Dengan jumlah perusahaan yang lebih ramping namun memiliki fundamental yang kuat, BUMN diharapkan mampu menjadi motor penggerak investasi, inovasi, penciptaan lapangan kerja, serta memberikan dividen yang lebih besar bagi negara dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *