Kementan Perketat Pengawasan Hewan Kurban di Jayapura, Pastikan Sehat dan Layak Konsumsi
VIRAL POST – Kementerian Pertanian melalui Balai Veteriner Jayapura terus memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh hewan kurban yang akan disembelih memenuhi standar kesehatan dan aman dikonsumsi masyarakat.
Pengawasan dilakukan secara terpadu oleh Balai Veteriner Jayapura, Dinas Pertanian Provinsi Papua, dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Jayapura di sejumlah lokasi penampungan hewan kurban, termasuk di halaman Masjid Al-Fatah Abepantai, Distrik Abepura, Kota Jayapura.
Salah satu sapi kurban yang menjadi objek pemeriksaan merupakan sapi jenis limosin-simental berbobot 833 kilogram dengan warna cokelat gelap. Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan klinis yang dilakukan tim kesehatan hewan, ternak tersebut dinyatakan sehat dan layak untuk dijadikan hewan kurban.
Kepala Balai Veteriner Jayapura, Tri Juwianto, mengatakan pengawasan dilakukan secara berlapis guna memastikan seluruh hewan kurban memenuhi prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).
“Kami harus memastikan bahwa hewan kurban benar-benar memenuhi kriteria syariat Islam sekaligus regulasi teknis kesehatan hewan. Karena itu, pemeriksaan dilakukan sejak proses seleksi, pengambilan sampel darah, hingga menjelang penyembelihan,” ujar Tri di Jayapura.
Menurutnya, sapi kurban yang diperiksa telah melalui proses pemeliharaan intensif, program inseminasi buatan, serta pengobatan preventif guna memastikan bebas dari berbagai penyakit hewan menular strategis.
Tri menjelaskan, hingga sehari sebelum pelaksanaan penyembelihan, tim medik veteriner masih melakukan pemeriksaan antemortem secara ketat terhadap seluruh hewan kurban yang ditempatkan di lokasi-lokasi penampungan.
“Pengawasan akan terus dilakukan sampai pemeriksaan postmortem selesai agar masyarakat merasa aman menerima distribusi daging kurban,” katanya.
Selain pemeriksaan sebelum penyembelihan, petugas juga akan melakukan pemeriksaan pasca-penyembelihan terhadap organ-organ vital ternak seperti jantung, paru-paru, hati, ginjal, dan limpa. Langkah tersebut bertujuan memastikan tidak ada indikasi penyakit yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, panitia kurban di Masjid Al-Fatah Abepantai memastikan bahwa daging kurban akan didistribusikan kepada masyarakat sekitar secara merata.
Sekretaris Panitia Kurban Masjid Al-Fatah Abepantai menyebutkan bahwa sekitar 255 penerima manfaat akan menerima daging kurban tahun ini. Menariknya, distribusi tidak hanya diperuntukkan bagi umat Muslim, tetapi juga kepada warga non-Muslim dan gereja yang berada di sekitar lingkungan masjid.
“Daging kurban nantinya akan didistribusikan kepada warga sekitar, termasuk saudara-saudara Nasrani dan pihak gereja di sekitar Masjid Al-Fatah Abepantai,” ujarnya.
Langkah tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama yang selama ini terjalin harmonis di Kota Jayapura.
Kementerian Pertanian menegaskan bahwa pengawasan kesehatan hewan kurban merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat, keamanan pangan, serta menjamin pelaksanaan ibadah kurban berjalan sesuai syariat dan standar kesehatan veteriner.
Melalui pengawasan yang ketat dan berkelanjutan, pemerintah berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah kurban dengan tenang serta memperoleh daging yang berkualitas, aman, dan layak konsumsi.
