Amerika Siapkan “Golden Dome”, Butuh 7.800 Satelit dan Dana Rp21 Kuadriliun untuk Perisai Antirudal Raksasa
VIRAL POST — Amerika Serikat diperkirakan harus membangun salah satu proyek pertahanan paling ambisius dalam sejarah modern melalui sistem antirudal berbasis ruang angkasa bernama Golden Dome atau Kubah Emas. Program tersebut diproyeksikan membutuhkan sekitar 7.800 satelit pencegat di orbit rendah Bumi dengan total biaya yang dapat mencapai 1,2 triliun dolar AS atau sekitar Rp21 kuadriliun selama periode 20 tahun.
Laporan analisis dari Kantor Anggaran Kongres Amerika Serikat (CBO) memperkirakan sistem ini dirancang untuk mencegat serangan terbatas, termasuk menghadapi sekitar 10 rudal balistik yang diluncurkan secara hampir bersamaan. Sistem pertahanan ini menggabungkan teknologi antirudal darat dan luar angkasa dalam satu jaringan berlapis.
Komponen paling mahal dalam proyek tersebut berada pada jaringan satelit pencegat berbasis ruang angkasa. Sekitar 70 persen biaya akuisisi diperkirakan terserap untuk membangun dan mempertahankan konstelasi satelit dalam jumlah masif.
Satelit-satelit ini dirancang beroperasi pada orbit rendah Bumi di ketinggian sekitar 300–500 kilometer. Posisi tersebut dipilih karena sistem ditargetkan menghancurkan rudal pada fase boost phase, yaitu tahap awal peluncuran saat mesin rudal masih aktif, yang biasanya hanya berlangsung sekitar tiga hingga lima menit.
Namun tantangan utama muncul dari karakteristik orbit rendah itu sendiri. Satelit terus bergerak dan tidak dapat diam di satu titik. Selain itu, hambatan atmosfer secara perlahan memperpendek usia operasional satelit. Akibatnya, Amerika diperkirakan harus meluncurkan sekitar 1.600 satelit pengganti setiap tahun agar jumlah satelit aktif tetap stabil. Dalam proyeksi dua dekade, jumlah peluncuran dapat mendekati 30.000 satelit.
Program Golden Dome sendiri menjadi salah satu proyek strategis era Donald Trump yang bertujuan memperkuat perlindungan wilayah Amerika terhadap ancaman rudal balistik, hipersonik, dan ancaman udara lainnya. Akan tetapi, sejumlah pihak mempertanyakan efektivitas dan beban anggaran proyek tersebut. Bahkan CBO menilai sistem ini berpotensi kewalahan jika menghadapi serangan skala besar dari kekuatan militer utama seperti Rusia atau China.
Pengamat pertahanan menilai proyek ini dapat mengubah arah perlombaan teknologi militer global. Jika berhasil diwujudkan, Golden Dome berpotensi menjadi evolusi baru dari konsep pertahanan luar angkasa yang pernah muncul pada era perang dingin. Namun di sisi lain, biaya fantastis serta kompleksitas teknologinya juga membuka perdebatan besar tentang efektivitas, keberlanjutan, dan dampaknya terhadap stabilitas geopolitik dunia.
