Juli 16, 2026

Relokasi Desa Zhaojiawa di China Berhasil Angkat Warga dari Kemiskinan Ekstrem, Jadi Model Pengentasan Kemiskinan Berkelanjutan

0
IMG-20260715-WA0065

SHANXI – Relokasi Desa Zhaojiawa di Provinsi Shanxi, China, menjadi salah satu contoh keberhasilan program pengentasan kemiskinan melalui pemindahan penduduk dari wilayah terpencil menuju kawasan permukiman yang lebih layak. Kebijakan tersebut tidak hanya menghadirkan hunian yang lebih baik, tetapi juga membuka akses terhadap lapangan kerja, pendidikan, layanan kesehatan, serta sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan.

Sebelum direlokasi, Desa Zhaojiawa yang berada di kawasan Pegunungan Lyuliang, Kabupaten Kelan, dikenal sebagai salah satu desa termiskin di China. Kondisi geografis berupa tanah loess yang tandus dan jurang-jurang curam membuat aktivitas pertanian sulit berkembang. Sebagian warga bahkan tinggal di rumah-rumah gua sederhana dengan fasilitas yang sangat terbatas, tanpa akses air bersih, listrik yang memadai, maupun sarana transportasi yang layak.

Sebagai bagian dari program nasional pengentasan kemiskinan, pemerintah China mulai melaksanakan relokasi penduduk pada 2017. Ribuan aparat pemerintah diterjunkan untuk melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada masyarakat yang selama beberapa generasi menetap di desa tersebut agar bersedia pindah ke kawasan baru yang telah dipersiapkan.

Seluruh warga kemudian direlokasi secara bertahap ke kawasan permukiman Guanghuiyuan di Songjiagou, yang berlokasi tidak jauh dari pusat Kabupaten Kelan. Kawasan seluas lebih dari 700 mu atau sekitar 46,7 hektare tersebut dibangun dengan infrastruktur modern, lengkap dengan jaringan air bersih, gas, listrik, sistem pemanas ruangan, jalan lingkungan, fasilitas pendidikan, serta layanan kesehatan yang jauh lebih memadai dibandingkan permukiman lama.

Perubahan tersebut membawa dampak signifikan terhadap taraf hidup masyarakat. Pemerintah daerah mencatat sekitar 78 persen warga yang direlokasi berhasil memperoleh pekerjaan baru di sektor industri maupun jasa. Sejumlah kawasan industri kecil sengaja dibangun di sekitar permukiman baru untuk menyerap tenaga kerja lokal sehingga masyarakat tidak lagi bergantung sepenuhnya pada hasil pertanian tradisional yang selama ini sulit berkembang.

Selain memperoleh pekerjaan tetap, warga juga tetap mendapatkan manfaat ekonomi dari lahan pertanian di desa asal melalui skema bagi hasil. Lahan bekas permukiman dan area pertanian yang tidak lagi dihuni dialihkan menjadi kawasan reboisasi dan penanaman pohon bernilai ekonomi. Hasil pengelolaan kawasan tersebut kemudian dibagikan kepada masyarakat sehingga memberikan tambahan pendapatan secara berkelanjutan.

Program relokasi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia. Aktivitas berat seperti mencari kayu bakar, mengambil air dari sumber alami, hingga menghadapi musim dingin tanpa pemanas kini telah tergantikan dengan fasilitas rumah yang lebih layak dan nyaman. Perubahan ini memberikan dampak positif terhadap kesehatan serta kesejahteraan warga.

Pemerintah Kabupaten Kelan menegaskan bahwa relokasi bukan sekadar memindahkan penduduk, melainkan strategi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan struktural. Selain menyediakan hunian baru, pemerintah juga menghadirkan pelatihan keterampilan kerja, pengembangan usaha kecil, serta mendorong investasi agar masyarakat memiliki sumber penghasilan yang berkesinambungan.

Keberhasilan Desa Zhaojiawa kini menjadi salah satu model pembangunan pedesaan di China. Pendekatan yang mengintegrasikan relokasi permukiman, penciptaan lapangan kerja, pengembangan industri lokal, serta pemanfaatan kembali lahan bekas desa untuk kegiatan kehutanan produktif dinilai mampu mengurangi kesenjangan pembangunan antara wilayah pedesaan terpencil dan kawasan perkotaan.

Pengalaman Zhaojiawa menunjukkan bahwa pengentasan kemiskinan memerlukan kebijakan yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang mampu memberikan kesejahteraan secara berkelanjutan bagi masyarakat. Model tersebut kini menjadi salah satu referensi dalam berbagai program pembangunan pedesaan di China.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *