Juli 16, 2026

Indonesia Jadi Pasar AI Potensial Terbesar Keempat di Asia, Nilainya Diproyeksikan Capai USD70 Miliar

0
IMG-20260713-WA0131

JAKARTA – Indonesia dinilai memiliki potensi besar menjadi salah satu kekuatan utama ekonomi digital di kawasan Asia. Di tengah dinamika geopolitik, perubahan iklim, serta percepatan perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Indonesia diproyeksikan menjadi pasar AI potensial terbesar keempat di Asia dengan nilai mencapai sekitar USD70 miliar.

Potensi tersebut disampaikan dalam forum Kadin Indonesia Monthly Economic Diplomatic Breakfast yang dihadiri puluhan duta besar negara sahabat serta para pelaku usaha dan pemangku kepentingan ekonomi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia memiliki keunggulan berupa sumber daya mineral strategis, bonus demografi, serta populasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

Menurut Airlangga, Indonesia saat ini terus memperkuat fondasi ekonomi melalui tiga pilar utama, yakni kedaulatan pangan, kedaulatan energi, dan transformasi digital sebagai strategi menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

Berdasarkan data KORIKA, Indonesia menempati posisi sebagai pasar AI potensial terbesar keempat di Asia setelah Tiongkok, India, dan Jepang dengan pangsa sekitar 6,4 persen dari total potensi pasar AI regional.

Pemerintah juga terus membangun ekosistem pendukung industri digital, mulai dari pengembangan pusat data (data center), infrastruktur telekomunikasi, hingga industri semikonduktor.

Saat ini Indonesia memiliki sekitar 182 pusat data yang tersebar di berbagai wilayah, dengan konsentrasi terbesar berada di Jakarta dan Batam. Keberadaan jalur kabel serat optik internasional di Batam dan Bitung juga dinilai memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat konektivitas digital kawasan.

Untuk mendukung kebutuhan industri digital yang terus meningkat, pemerintah mempercepat pengembangan energi baru terbarukan melalui pembangunan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya dan bauran energi bersih dalam jangka panjang.

Selain transformasi digital, pemerintah juga terus mendorong penguatan sektor energi melalui implementasi program Biodiesel B50 yang dinilai mampu menghemat devisa negara sekaligus menurunkan emisi karbon secara signifikan.

Pada sektor industri berteknologi tinggi, Indonesia juga menargetkan pengembangan industri semikonduktor nasional, termasuk kemampuan desain chip, perakitan, pengujian, dan pengemasan (Assembly, Testing, and Packaging/ATP) untuk memperkuat daya saing industri nasional.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya N. Bakrie menegaskan bahwa diplomasi ekonomi harus mampu diterjemahkan menjadi peluang investasi, perdagangan, dan penciptaan lapangan kerja.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, serta mitra internasional menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama ekonomi digital di kawasan Asia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *