Juli 14, 2026

Dankodiklatad Tekankan Bela Negara di Era Digital kepada 779 Peserta Diklat SPPI, Soroti Ancaman Perang Kognitif dan Hoaks

0
IMG-20260709-WA0094

BANDUNG – Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Darat (Dankodiklatad) Letjen TNI Dr. Mohamad Hasan memberikan pembekalan kepada 779 peserta Diklat Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom) Puspomad, Bandung, Jawa Barat, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Nasionalisme, Patriotisme dan Profesionalisme dalam Membangun Karakter Pemimpin Penggerak Pembangunan Bangsa” tersebut dihadiri Danpusdik Pengmilum, Direktur Pendidikan Kodiklatad, Danpusdikpom Puspomad, serta ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam pembekalannya, Dankodiklatad menegaskan bahwa konsep bela negara di era digital tidak lagi terbatas pada ancaman fisik, melainkan juga mencakup ancaman di ruang siber yang dapat memengaruhi pola pikir, persatuan, dan ketahanan nasional.

Perang Kognitif Jadi Tantangan Baru Bangsa

Letjen TNI Dr. Mohamad Hasan menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi menghadirkan bentuk ancaman baru berupa perang kognitif, yakni upaya memengaruhi cara berpikir masyarakat melalui penyebaran disinformasi, hoaks, manipulasi algoritma media sosial, hingga penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Menurutnya, ancaman tersebut berpotensi mengganggu stabilitas sosial apabila masyarakat tidak memiliki kemampuan memilah informasi secara kritis.

Karena itu, generasi muda diharapkan memiliki literasi digital yang baik, kemampuan berpikir kritis, serta tetap menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam menghadapi derasnya arus informasi di era digital.

Peserta SPPI Didorong Jadi Agen Perubahan

Dankodiklatad menekankan bahwa peserta SPPI memiliki peran strategis sebagai calon penggerak pembangunan di tingkat desa dan kelurahan.

Selain dibekali kemampuan manajerial dalam mengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), para peserta juga diharapkan mampu menjadi pelopor dalam membangun ketahanan sosial masyarakat melalui penyebaran informasi yang benar dan bertanggung jawab.

Ia menilai kemampuan menangkal hoaks, menjaga persatuan, dan memperkuat wawasan kebangsaan merupakan bagian penting dari implementasi bela negara pada era transformasi digital.

SPPI Dukung Pembangunan Nasional

Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kapasitas kepemimpinan, nasionalisme, profesionalisme, dan kemampuan menggerakkan pembangunan di tingkat akar rumput.

Para peserta berasal dari berbagai disiplin ilmu dan diproyeksikan untuk mendukung pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui program tersebut, pemerintah berharap lahir generasi pemimpin yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa sekaligus memperkuat ketahanan bangsa di tengah perkembangan teknologi dan dinamika global.

Literasi Digital Jadi Benteng Persatuan Bangsa

Mengakhiri pembekalannya, Dankodiklatad mengajak seluruh peserta menjadikan literasi digital sebagai bagian dari semangat bela negara.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dunia akademik, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan ruang digital yang sehat, produktif, serta bebas dari penyebaran informasi menyesatkan.

Dengan penguatan nasionalisme, patriotisme, serta kemampuan berpikir kritis, generasi muda diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia sekaligus menghadapi berbagai tantangan pembangunan di era digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *