KNMP Putus Rantai Tengkulak, Nelayan Kini Bisa Jual Ikan dengan Harga Lebih Adil
JAKARTA – Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang digagas pemerintah menjadi langkah strategis untuk memperkuat kesejahteraan nelayan sekaligus memutus ketergantungan terhadap tengkulak. Melalui penyediaan fasilitas modern seperti cold storage, pabrik es, koperasi nelayan, hingga akses pembiayaan, nelayan kini memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam menjual hasil tangkapannya.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kesejahteraan nelayan. Selama ini, banyak nelayan kecil terpaksa menjual ikan dengan harga murah karena tidak memiliki fasilitas penyimpanan yang memadai sehingga hasil tangkapan harus segera dipasarkan sebelum kualitasnya menurun.
Menurut Zulkifli Hasan, kehadiran KNMP dirancang untuk memutus rantai distribusi yang selama ini merugikan nelayan. Dengan adanya fasilitas rantai dingin (cold chain), nelayan tidak lagi dipaksa menjual hasil tangkapannya kepada tengkulak dengan harga rendah, melainkan dapat memilih waktu penjualan yang lebih menguntungkan.
Setiap kawasan KNMP dilengkapi berbagai sarana pendukung, mulai dari cold storage, pabrik es, tempat pelelangan ikan, koperasi nelayan, bengkel kapal, dermaga, hingga dukungan armada penangkapan dan akses pembiayaan. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hasil tangkapan sekaligus memperluas akses pasar, baik di dalam negeri maupun ke pasar ekspor.
Hasil implementasi di sejumlah lokasi percontohan menunjukkan dampak positif terhadap perekonomian nelayan. Program KNMP Samber-Binyeri, misalnya, mencatat peningkatan nilai tukar nelayan, kenaikan volume penjualan ikan, peningkatan hasil tangkapan, serta bertambahnya pendapatan nelayan. Distribusi hasil perikanan juga semakin luas hingga menjangkau berbagai kota besar dan pasar ekspor.
Pemerintah menargetkan pembangunan 1.369 titik Kampung Nelayan Merah Putih sepanjang 2026 dan meningkat menjadi sekitar 5.000 titik hingga 2029. Program ini juga diintegrasikan dengan penguatan koperasi, akses pembiayaan, asuransi nelayan, serta skema penyerapan hasil tangkapan untuk mendukung berbagai program strategis nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis.
Pemerintah optimistis KNMP akan menjadi model pemberdayaan nelayan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Dengan dukungan infrastruktur, kelembagaan koperasi yang kuat, dan akses pasar yang lebih luas, nelayan Indonesia diharapkan semakin mandiri, berdaya saing, serta memperoleh nilai ekonomi yang lebih adil dari hasil kerja keras mereka di laut.
