Teguran Keras Wakil Bupati Subang di HUT ke-78: “Tidak Boleh Lagi Ada Pola Pikir Itu Bukan Tugas Saya”
VIRAL POST – Upacara peringatan Hari Jadi ke-78 Kabupaten Subang mendadak menjadi sorotan publik setelah Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi melontarkan teguran keras kepada jajaran birokrasi pemerintah daerah.
Di tengah suasana upacara yang berlangsung khidmat, pria yang akrab disapa Kang Akur itu justru memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan kritik tajam terhadap budaya kerja aparatur sipil negara (ASN) yang dinilai masih terjebak dalam ego sektoral.
Dengan nada tegas di hadapan peserta upacara, ia menekankan bahwa pola pikir birokrasi yang kerap melempar tanggung jawab harus segera diakhiri.
“Tidak boleh lagi ada pola pikir ‘itu bukan tugas saya’!” tegas Kang Akur.
Pernyataan tersebut langsung menyita perhatian publik karena disampaikan secara terbuka di hadapan jajaran pemerintah daerah.
Menurutnya, kebiasaan lama dalam birokrasi yang terlalu kaku dalam pembagian tugas sering kali membuat persoalan masyarakat berlarut-larut tanpa solusi. Padahal, kata dia, setiap aparatur negara memiliki tanggung jawab yang sama sebagai pelayan masyarakat.
“Kita ini pelayan rakyat. Masalah masyarakat bukan milik satu dinas saja, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Kang Akur juga mengangkat semangat “Ngabret”, sebuah istilah yang ia gunakan untuk menggambarkan perubahan pola kerja birokrasi yang harus lebih cepat, responsif, dan kolaboratif dalam menyelesaikan persoalan publik.
Ia berharap seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang mampu meninggalkan budaya kerja lama yang lambat dan birokratis, serta beralih ke sistem kerja yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Teguran terbuka tersebut dinilai banyak pihak sebagai sinyal kuat dimulainya upaya reformasi birokrasi di lingkungan pemerintah daerah.
Di media sosial, pernyataan Kang Akur pun ramai diperbincangkan oleh warganet. Banyak yang memberikan dukungan, karena perbaikan pelayanan publik memang telah lama menjadi harapan masyarakat.
Momentum hari jadi daerah, menurut sejumlah pengamat, sering kali menjadi ruang refleksi bagi pemerintah untuk menilai kembali arah pembangunan dan kualitas pelayanan kepada rakyat.
Di Subang, pesan yang disampaikan Wakil Bupati tampaknya ingin menegaskan satu hal: birokrasi harus bergerak cepat, bekerja bersama, dan benar-benar hadir untuk masyarakat.