Schlotterbeck Cedera Ligamen Pergelangan Kaki, Dipastikan Absen Sisa Piala Dunia 2026
TORONTO – Kabar buruk menghantam Timnas Jerman di tengah perjuangan mereka pada Piala Dunia 2026. Bek andalan Jerman, Nico Schlotterbeck, dipastikan tidak dapat melanjutkan turnamen setelah mengalami cedera serius pada ligamen pergelangan kaki kiri saat menghadapi Pantai Gading, Sabtu (20/6/2026).
Pemain berusia 26 tahun tersebut mengalami cedera akibat benturan keras dalam duel pada menit ke-13 pertandingan. Meski sempat bertahan hingga akhir babak pertama, Schlotterbeck akhirnya harus ditarik keluar saat jeda dan digantikan Antonio Rudiger.
Hasil pemeriksaan medis yang dilakukan setelah pertandingan mengonfirmasi bahwa Schlotterbeck mengalami cedera ligamen kolateral medial atau medial ankle ligament injury pada pergelangan kaki kirinya. Cedera tersebut diperkirakan membutuhkan masa pemulihan selama beberapa bulan, sehingga menutup peluangnya untuk tampil kembali di Piala Dunia 2026.
Pelatih Jerman, Julian Nagelsmann, mengaku prihatin dengan kondisi bek utamanya tersebut. Ia bahkan memuji ketangguhan Schlotterbeck yang tetap mampu menyelesaikan babak pertama meski merasakan rasa sakit yang cukup serius.
“It was remarkable that he managed to carry on until half-time,” ujar Nagelsmann usai pertandingan.
Kehilangan Schlotterbeck menjadi pukulan besar bagi Der Panzer. Sejak awal turnamen, pemain Borussia Dortmund itu tampil sebagai pilar utama lini belakang Jerman. Ia bahkan mencetak gol saat Jerman menghancurkan Curacao dengan skor 7-1 pada laga pembuka fase grup.
Lebih dari sekadar bek tengah, Schlotterbeck memiliki peran penting dalam membangun serangan dari lini belakang berkat kemampuan distribusi bola menggunakan kaki kiri. Karakteristik tersebut membuatnya menjadi sosok yang sulit digantikan dalam sistem permainan yang diterapkan Nagelsmann.
Analis sepak bola Sebastian Stafford-Bloor menilai absennya Schlotterbeck dapat mengubah keseimbangan permainan Jerman secara signifikan. Menurutnya, tidak ada pemain lain dalam skuad yang memiliki profil serupa, terutama dalam hal progresi bola dari area pertahanan menuju lini tengah.
Dengan absennya Schlotterbeck, Nagelsmann kemungkinan akan mengandalkan duet Jonathan Tah dan Antonio Rudiger di jantung pertahanan. Selain itu, masih tersedia opsi lain seperti Waldemar Anton dan Malick Thiaw untuk mengisi kebutuhan lini belakang.
Meski tidak lagi dapat bermain, Schlotterbeck dikabarkan tetap berada di kamp tim nasional Jerman di Amerika Serikat untuk memberikan dukungan moral kepada rekan-rekannya hingga turnamen berakhir. Kehadirannya dianggap penting karena memiliki pengaruh besar di ruang ganti tim.
Cedera Schlotterbeck juga menambah daftar masalah yang harus dihadapi Jerman selama Piala Dunia 2026. Sebelumnya, talenta muda Bayern Munich, Lennart Karl, telah lebih dahulu meninggalkan skuad akibat cedera paha sebelum turnamen dimulai.
Kini perhatian tertuju pada kemampuan Nagelsmann meramu komposisi baru lini pertahanan menjelang fase-fase krusial turnamen. Pertandingan terakhir Grup H melawan Ekuador akan menjadi ujian awal bagi pertahanan Jerman tanpa kehadiran bek kidal terbaik mereka.
Meski demikian, Nagelsmann tetap menunjukkan optimisme tinggi terhadap kedalaman skuad yang dimilikinya.
“Kami masih memiliki Jonathan Tah, Antonio Rudiger, Waldemar Anton, dan Malick Thiaw. Kami tetap sangat percaya diri menghadapi sisa turnamen,” kata Nagelsmann.
Namun tak dapat dipungkiri, kehilangan Schlotterbeck menjadi salah satu pukulan terbesar yang dialami Jerman sejauh ini. Dalam upaya memburu gelar Piala Dunia keenam sepanjang sejarah, Der Panzer kini dituntut menemukan solusi baru untuk menjaga soliditas pertahanan sekaligus mempertahankan kualitas distribusi bola dari lini belakang.
