Juni 24, 2026

Satelit MEASAT-3d Resmi Beroperasi, Perkuat Konektivitas Digital Asia hingga Indonesia dan India

0
IMG-20260622-WA0038(1)

Kuala Lumpur — Satelit komunikasi terbaru milik Malaysia, MEASAT-3d, resmi beroperasi di orbit 91,5° Bujur Timur (91,5°E) dan menjadi salah satu langkah besar dalam memperkuat infrastruktur konektivitas digital di kawasan Asia. Satelit tercanggih dalam armada tersebut diproyeksikan mampu memberikan layanan internet berkecepatan tinggi, termasuk menjangkau wilayah Indonesia dan India.

MEASAT-3d diluncurkan pada 22 Juni 2026 pukul 18.50 waktu setempat dari European Spaceport di Kourou, Guyana Prancis, menggunakan roket Ariane 5. Satelit dengan bobot sekitar 5.600 kilogram ini dikembangkan oleh dengan nilai investasi sekitar RM1,2 miliar.

Satelit ini menjadi satelit kedelapan dalam sejarah MEASAT setelah sebelumnya meluncurkan MEASAT-1 dan MEASAT-2 pada 1996, MEASAT-3 pada 2006, MEASAT-3a pada 2009, serta MEASAT-3b pada 2014.

Teknologi High Throughput Satellite dengan Kapasitas Besar

MEASAT-3d menggunakan teknologi Geostationary Equatorial Orbit (GEO) dan masuk kategori High Throughput Satellite (HTS), yang dirancang untuk mendukung kebutuhan internet berkapasitas besar.

Satelit ini membawa sejumlah teknologi komunikasi, termasuk muatan C-Band dan Ku-Band untuk layanan video serta Direct-to-Home (DTH), Ka-Band berkapasitas tinggi untuk layanan broadband, hingga teknologi Q/V-Band yang menjadi salah satu inovasi penting untuk pengembangan satelit generasi berikutnya.

Kapasitas broadband MEASAT-3d meningkat signifikan hingga sekitar 30 Gbps, atau sepuluh kali lipat dibandingkan kemampuan sebelumnya yang berada di kisaran 3 Gbps.

Dengan cakupan mencapai sekitar 42 persen permukaan bumi, satelit ini memiliki jangkauan utama di wilayah Asia dan Australia. Melalui pengaturan transponder yang tersedia, layanan dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan konektivitas di berbagai negara, termasuk Indonesia dan India.

Dorong Internet Cepat hingga Wilayah Terpencil

Kehadiran MEASAT-3d menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi digital Malaysia melalui program Jalinan Digital Negara (JENDELA). Satelit ini diharapkan mampu memperluas akses internet berkecepatan tinggi ke daerah-daerah yang selama ini sulit mendapatkan layanan jaringan.

Teknologi tersebut memungkinkan peningkatan kecepatan unduh hingga 100 Mbps, sehingga masyarakat dapat menikmati layanan digital seperti streaming video berkualitas tinggi, pendidikan daring, layanan kesehatan jarak jauh, hingga berbagai aplikasi berbasis Internet of Things (IoT).

Selain mendukung kebutuhan masyarakat perkotaan, MEASAT-3d juga diproyeksikan memberikan manfaat besar bagi wilayah pedalaman, terutama di kawasan Sabah dan Sarawak yang memiliki tantangan geografis dalam pembangunan infrastruktur digital.

Dukungan untuk Ekonomi Digital dan Industri Masa Depan

MEASAT-3d tidak hanya difokuskan untuk layanan internet, tetapi juga mendukung perkembangan industri digital, termasuk Revolusi Industri 4.0 (IR4.0), manufaktur cerdas, layanan telemedicine, serta pengembangan ekosistem ekonomi digital.

Setelah mencapai orbit, satelit ini menjalani serangkaian pengujian untuk memastikan seluruh sistem berjalan optimal sebelum memasuki tahap operasional penuh. Layanan komunikasi baru dijadwalkan mulai tersedia pada Agustus 2026.

Beroperasinya MEASAT-3d menjadi simbol semakin pentingnya teknologi satelit dalam memperkecil kesenjangan digital di kawasan Asia. Dengan kemampuan jangkauan luas dan kapasitas besar, satelit ini diharapkan membuka peluang baru bagi peningkatan layanan telekomunikasi, penyiaran, serta akses internet yang lebih merata bagi masyarakat, termasuk di Indonesia dan India.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *