Open Society Foundations Salurkan US$1,5 Juta untuk Pemulihan Korban Gempa Kolombia
Viral Post — Open Society Foundations mengumumkan kontribusi sebesar US$1,5 juta untuk mendukung proses pemulihan pascagempa dahsyat yang mengguncang Kolombia. Dana tersebut diarahkan untuk mendorong pemulihan yang adil dan dipimpin oleh masyarakat, dengan fokus utama di wilayah Pasifik Kolombia.
Pengumuman bantuan tersebut disampaikan Open Society Foundations pada 26 Agustus 2026. Wilayah yang menjadi perhatian mencakup Buenaventura dan Departemen Chocó, kawasan yang terdampak parah oleh bencana sekaligus telah lama menghadapi persoalan kemiskinan, diskriminasi, lemahnya infrastruktur, dan terbatasnya akses terhadap layanan dasar.
Korban Gempa Capai Ratusan Jiwa
Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 yang terjadi pada 10 Agustus 2026 menimbulkan dampak besar di Kolombia. Laporan terbaru yang dikutip EFE menyebutkan sedikitnya 331 orang meninggal dunia, 4.449 orang mengalami luka-luka, dan 240 orang masih dinyatakan hilang. Lebih dari 30.000 rumah juga dilaporkan hancur akibat bencana tersebut.
Besarnya dampak bencana membuat kebutuhan pemulihan tidak hanya berkaitan dengan bantuan darurat, tetapi juga pembangunan kembali infrastruktur serta penguatan kapasitas masyarakat dan pemerintah daerah dalam menghadapi bencana berikutnya.
Perkuat Peran Masyarakat Lokal
Open Society Foundations menyatakan kontribusi tersebut akan digunakan untuk memperkuat kapasitas pemerintah daerah di Buenaventura dan Chocó agar mampu menyalurkan sumber daya secara lebih adil serta meningkatkan mekanisme penanggulangan bencana di tingkat lokal.
Pendanaan juga dirancang untuk menempatkan komunitas dan organisasi lokal sebagai bagian penting dalam merancang serta menjalankan proses pemulihan berdasarkan kebutuhan dan prioritas mereka sendiri.
Presiden Open Society Foundations, Binaifer Nowrojee, menekankan bahwa masyarakat yang paling terdampak seharusnya menjadi bagian utama dalam menentukan arah pemulihan, bukan hanya menjadi penerima bantuan.
Pemulihan Jangka Panjang
Selain menangani dampak langsung gempa, pendekatan Open Society Foundations diarahkan untuk memperkuat kapasitas organisasi lokal agar dapat terus menjalankan perannya setelah fase darurat berakhir.
Menurut organisasi tersebut, wilayah Pasifik Kolombia telah menghadapi marginalisasi dan rasisme struktural selama beberapa dekade. Karena itu, proses rekonstruksi dinilai dapat menjadi momentum untuk memperkuat martabat, kesempatan, serta kemampuan masyarakat dalam membangun kembali kehidupan mereka.
Kontribusi US$1,5 juta itu juga disebut sebagai pelengkap terhadap respons yang tengah dilakukan pemerintah nasional Kolombia, pemerintah daerah, sektor swasta, dan kelompok masyarakat sipil.
Open Society Foundations sendiri telah memiliki kehadiran jangka panjang di wilayah Pasifik Kolombia melalui dukungan terhadap kelompok masyarakat sipil dan berbagai inisiatif lokal yang bergerak di bidang keamanan, kesempatan, kesejahteraan kolektif, dan inklusi sosial.
Dengan pendekatan tersebut, pemulihan pascagempa diharapkan tidak berhenti pada pembangunan kembali fasilitas yang rusak, tetapi sekaligus memperkuat kemampuan masyarakat lokal untuk menghadapi berbagai risiko bencana di masa mendatang.
