Juni 24, 2026

Gunung Lewotobi Laki-laki NTT Erupsi, Kolom Abu 1.000 Meter dan Bandara Ditutup

0
IMG-20260620-WA0051

Flores Timur, Nusa Tenggara Timur – Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi pada Senin (15/6/2026). Aktivitas vulkanik tersebut memuntahkan kolom abu hingga 1.000 meter di atas puncak dan berdampak pada aktivitas penerbangan di wilayah sekitar.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi pertama terjadi pukul 10.28 WITA dengan tinggi kolom abu sekitar 800 meter dari puncak gunung. Letusan tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 29,6 milimeter dan durasi sekitar 52 hingga 70 detik.

Pada malam hari, aktivitas vulkanik kembali meningkat. Erupsi tercatat terjadi pukul 22.55 WITA dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 1.000 meter. Sepanjang hari, alat pemantauan mencatat adanya aktivitas kegempaan yang menunjukkan dinamika vulkanik masih tinggi.

Status Gunung Lewotobi Laki-laki Level III Siaga

PVMBG menetapkan status Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada Level III atau Siaga. Status tersebut diberlakukan sejak peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan dan membuat kawasan sekitar gunung masuk dalam pengawasan ketat.

Masyarakat, wisatawan, dan pendaki diminta tidak melakukan aktivitas di area yang telah ditetapkan sebagai zona bahaya. Warga juga diimbau mewaspadai potensi bahaya lanjutan seperti awan panas, guguran lava, lontaran material vulkanik, hujan abu, serta aliran lahar saat terjadi hujan.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api terus melakukan pemantauan intensif untuk mengantisipasi perkembangan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki.

Abu Vulkanik Ganggu Penerbangan, Bandara Ditutup

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki menyebabkan sebaran abu vulkanik di sejumlah wilayah Kabupaten Flores Timur. Abu vulkanik yang berada di udara menjadi perhatian serius karena dapat mengganggu keselamatan penerbangan.

Dampak erupsi membuat Bandara Frans Seda Maumere ditutup sementara. Penutupan dilakukan sebagai langkah pengamanan karena abu vulkanik dapat mengganggu sistem mesin pesawat, jarak pandang, dan operasional penerbangan.

Pihak berwenang terus melakukan evaluasi terhadap kondisi udara dan perkembangan aktivitas gunung sebelum operasional penerbangan kembali dibuka.

Warga Diminta Gunakan Masker dan Waspadai Bahaya Lanjutan

PVMBG bersama pemerintah daerah mengimbau masyarakat yang terdampak hujan abu untuk menggunakan masker atau pelindung pernapasan guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan material vulkanik.

Selain abu vulkanik, warga juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan apabila material erupsi terbawa aliran air dari kawasan puncak gunung.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat terus berkoordinasi dengan pemerintah dan lembaga terkait untuk memastikan kesiapan menghadapi kemungkinan peningkatan aktivitas vulkanik.

Analisis: Aktivitas Vulkanik Lewotobi Masih Perlu Diwaspadai

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki pada Juni 2026 menunjukkan bahwa aktivitas gunung api di Indonesia masih sangat dinamis. Dalam beberapa pekan terakhir, gunung ini beberapa kali mengalami erupsi dengan kolom abu mencapai ribuan meter.

Aktivitas tersebut menjadi tanda bahwa suplai magma dari dalam bumi masih berlangsung sehingga potensi erupsi susulan tetap terbuka.

Ke depan, penguatan sistem pemantauan, kesiapan jalur evakuasi, serta kepatuhan masyarakat terhadap rekomendasi PVMBG menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko bencana.

Pemerintah daerah, BPBD, relawan, dan masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki diharapkan terus meningkatkan kesiapsiagaan serta hanya mengikuti informasi resmi dari PVMBG, BNPB, dan pihak berwenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *