Juni 24, 2026

Gempa Susulan 6,2 Magnitudo Guncang Mindanao Filipina, Seminggu Setelah Gempa Dahsyat 7,8

0
IMG-20260620-WA0054

Mindanao, Filipina – Gempa susulan berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah lepas pantai selatan Filipina pada Senin (15/6/2026) pukul 17.18 waktu setempat atau 16.18 WIB. Getaran terjadi sekitar satu pekan setelah gempa besar magnitudo 7,8 yang sebelumnya mengguncang kawasan Mindanao dan menyebabkan puluhan korban jiwa.

Berdasarkan catatan Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), pusat gempa berada di perairan Davao Oriental, sekitar 67 kilometer sebelah timur-tenggara Pondaguitan, dengan kedalaman sekitar 112 kilometer.

Sementara itu, Philippine Institute of Volcanology and Seismology (PHIVOLCS) melaporkan guncangan dirasakan hingga intensitas V di wilayah Governor Generoso dan Jose Abad Santos. Getaran juga terasa di sejumlah wilayah Sarangani dan South Cotabato dengan intensitas lebih rendah.

Hingga laporan terakhir, belum ada informasi mengenai korban jiwa maupun kerusakan besar akibat gempa susulan tersebut.

Tidak Berpotensi Tsunami, Warga Tetap Diminta Waspada

PHIVOLCS memastikan gempa 6,2 magnitudo tersebut tidak menimbulkan ancaman tsunami. Meski demikian, otoritas tetap melakukan pemantauan terhadap kawasan pesisir untuk mengantisipasi perubahan kondisi laut yang tidak normal.

Kepala Kantor Penanggulangan Bencana Davao Oriental, Kaiser Cadiz, menyebut guncangan berlangsung singkat namun cukup terasa kuat di sejumlah wilayah.

Sebagian warga dilaporkan keluar dari bangunan setelah merasakan getaran. Beberapa gedung juga sempat mengaktifkan alarm keselamatan sebagai langkah antisipasi.

Terjadi Seminggu Setelah Gempa Dahsyat 7,8 Magnitudo

Gempa susulan ini terjadi tujuh hari setelah gempa besar magnitudo 7,8 yang mengguncang Mindanao pada 8 Juni 2026.

Gempa tersebut menyebabkan sedikitnya 61 orang meninggal dunia, lebih dari 1.040 orang terluka, serta memicu kerusakan pada rumah warga, sekolah, fasilitas kesehatan, dan sejumlah infrastruktur publik.

Ribuan warga terdampak dan lebih dari 20.000 orang dilaporkan harus mengungsi akibat kerusakan serta kekhawatiran terhadap gempa susulan.

Aktivitas seismik yang masih berlangsung menunjukkan bahwa kawasan Mindanao masih berada dalam periode pemulihan pascagempa besar.

Filipina Berada di Zona Cincin Api Pasifik

Filipina merupakan salah satu negara yang paling rawan gempa karena berada di kawasan Cincin Api Pasifik, wilayah dengan aktivitas tektonik tinggi yang sering mengalami gempa bumi dan aktivitas vulkanik.

Zona lepas pantai Mindanao, termasuk kawasan Parit Cotabato, merupakan salah satu wilayah seismik aktif yang terus dipantau oleh para ahli.

Gempa susulan berkekuatan 6,2 magnitudo menjadi pengingat bahwa ancaman bencana belum sepenuhnya berakhir setelah gempa besar sebelumnya.

Analisis: Kesiapsiagaan Menjadi Kunci Pemulihan

Gempa susulan di Mindanao menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan bencana. Meski tidak menimbulkan tsunami dan kerusakan besar, aktivitas gempa yang berulang dapat meningkatkan risiko kepanikan serta memperlambat proses pemulihan.

Pemerintah Filipina bersama lembaga kebencanaan perlu terus memperkuat pemantauan gempa, mempercepat pemulihan infrastruktur terdampak, serta memastikan masyarakat mendapatkan informasi resmi yang akurat.

Bagi warga, kewaspadaan tetap menjadi faktor utama. Mengikuti arahan otoritas, memahami jalur evakuasi, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi menjadi langkah penting menghadapi ancaman gempa susulan di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *