Danpom Kodaeral II Hadiri Konferensi Pers Pemusnahan 8,89 Kg Sabu dan 60 Kg Ganja di Polda Sumbar
Komandan Polisi Militer Komando Daerah Angkatan Laut II, Kolonel Laut (PM) Almuhaimin S., mewakili Komandan Kodaeral II, menghadiri Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Narkotika dan Pemusnahan Barang Bukti yang diselenggarakan oleh Polda Sumatera Barat di Halaman Mapolda Sumatera Barat, Kamis (17/7/2026). Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolda Sumatera Barat ini menjadi momentum penting dalam memerangi peredaran gelap narkotika di wilayah tersebut.
Konferensi pers ini dihadiri oleh unsur Forkopimda serta berbagai elemen masyarakat sebagai wujud nyata sinergi lintas sektor dalam memerangi peredaran gelap narkotika. Kehadiran Danpom Kodaeral II merupakan wujud dukungan penuh TNI Angkatan Laut terhadap upaya aparat penegak hukum dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bersih dari narkoba, sekaligus memperkuat sinergitas antarinstansi demi menjaga stabilitas keamanan dan menyelamatkan generasi penerus bangsa.
Pada kesempatan tersebut, dilakukan pemusnahan barang bukti hasil pengungkapan tindak pidana narkotika berupa 8,89 kilogram sabu dan 60 kilogram ganja. Pemusnahan dilaksanakan secara terbuka sebagai bentuk transparansi penegakan hukum sekaligus komitmen bersama dalam melindungi masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkotika. Jumlah barang bukti yang dimusnahkan ini menunjukkan bahwa peredaran narkotika di Sumatera Barat masih menjadi ancaman serius yang membutuhkan kerja sama erat antar aparat penegak hukum.
Kapolda Sumatera Barat dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan dari berbagai pihak, termasuk TNI Angkatan Laut, dalam upaya pemberantasan narkotika. Ia menekankan bahwa perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan oleh satu institusi saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa. “Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI Angkatan Laut, khususnya Kodaeral II, yang selalu hadir dan mendukung setiap upaya kami dalam memberantas peredaran gelap narkotika di Sumatera Barat,” ujar Kapolda.
Danpom Kodaeral II, Kolonel Laut (PM) Almuhaimin S., dalam keterangannya menyatakan bahwa TNI Angkatan Laut siap bersinergi dengan Polri dan aparat penegak hukum lainnya dalam memberantas peredaran narkotika. Ia menegaskan bahwa narkotika adalah musuh bersama yang harus dilawan dengan semangat kebersamaan dan kerja sama yang solid. “Kami dari TNI Angkatan Laut akan terus mendukung setiap langkah pemberantasan narkotika, karena ini adalah tugas kita bersama untuk melindungi generasi muda Indonesia dari bahaya penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.
Pemusnahan barang bukti narkotika ini menjadi pengingat bahwa peredaran gelap narkotika masih menjadi ancaman nyata di berbagai wilayah Indonesia. Sabu dan ganja yang berhasil diamankan dan dimusnahkan oleh Polda Sumatera Barat adalah hasil kerja keras aparat penegak hukum dalam menggagalkan upaya penyelundupan dan peredaran narkotika di wilayah tersebut. Tanpa upaya pencegahan dan penindakan yang terus-menerus, narkotika akan terus merusak generasi muda dan mengancam masa depan bangsa.
Sinergi antara TNI Angkatan Laut dan Polri dalam pemberantasan narkotika bukanlah hal baru. Kerja sama ini terus diperkuat melalui berbagai forum koordinasi dan kegiatan bersama, termasuk dalam operasi gabungan di wilayah perairan dan darat. Kehadiran Danpom Kodaeral II dalam konferensi pers ini menunjukkan bahwa TNI Angkatan Laut tidak hanya bertugas menjaga kedaulatan laut, tetapi juga aktif dalam upaya penegakan hukum dan perlindungan masyarakat dari berbagai ancaman, termasuk narkotika.
Kasus pengungkapan narkotika dengan barang bukti puluhan kilogram ini juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam memberikan informasi kepada aparat penegak hukum. Partisipasi aktif masyarakat dalam melaporkan aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkotika sangat membantu aparat dalam mengungkap jaringan peredaran gelap yang semakin canggih dan terstruktur.
Kapolda Sumatera Barat menambahkan bahwa pemberantasan narkotika tidak akan berhenti pada pemusnahan barang bukti. Polri akan terus melakukan pengembangan kasus untuk mengungkap jaringan yang lebih luas dan menangkap para pelaku yang masih buron. “Kami akan terus mengejar para pelaku dan mengungkap jaringan yang ada. Tidak akan ada ruang bagi para pengedar narkotika di Sumatera Barat,” tegasnya.
Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Pemusnahan barang bukti dilakukan dengan cara dibakar dan dilarutkan dengan cairan khusus sesuai dengan prosedur yang berlaku untuk memastikan bahwa barang bukti tersebut tidak dapat disalahgunakan lagi. Proses pemusnahan disaksikan oleh seluruh peserta konferensi pers sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.
Kehadiran Danpom Kodaeral II dalam konferensi pers ini menjadi simbol komitmen TNI Angkatan Laut untuk terus mendukung upaya pemberantasan narkotika di Indonesia. Dalam setiap langkah yang diambil, TNI Angkatan Laut dan Polri menunjukkan bahwa perang melawan narkoba adalah perjuangan yang tidak kenal lelah, di mana setiap gram narkotika yang berhasil diamankan dan dimusnahkan adalah kemenangan bagi masa depan bangsa. Sinergi yang terus terjalin antara kedua institusi ini menjadi benteng pertahanan terakhir bagi generasi penerus dari ancaman narkotika yang semakin kompleks dan terstruktur. Bersama bergerak, bersama melawan narkoba, itulah komitmen yang terus dijaga oleh TNI Angkatan Laut dan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat Indonesia.
