Juli 16, 2026

Ikan Tembakul Bisa Tenggelam Jika Terlalu Lama di Dalam Air, Ini Fakta Unik Mudskipper Penghuni Hutan Bakau

0
IMG-20260715-WA0029(1)

JAKARTA – Di dunia hewan, ada satu spesies ikan yang memiliki kemampuan sangat tidak biasa. Jika sebagian besar ikan akan mati ketika terlalu lama berada di daratan, ikan tembakul atau mudskipper justru berisiko tenggelam apabila terlalu lama berada di dalam air.

Fenomena unik tersebut menjadikan mudskipper sebagai salah satu contoh adaptasi evolusi paling luar biasa di dunia. Spesies ini menghabiskan sekitar 90 persen waktunya di daratan, terutama di kawasan hutan bakau, dan hanya sesekali kembali ke air.

Di Indonesia, ikan tembakul—yang di beberapa daerah juga dikenal sebagai ikan periuk—merupakan penghuni alami ekosistem mangrove. Hewan ini banyak dijumpai di pesisir Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi hingga Papua, terutama saat air laut surut ketika hamparan lumpur mulai terlihat.

Kemampuan hidup di daratan dimiliki mudskipper berkat sistem pernapasan yang berbeda dengan kebanyakan ikan. Selain menggunakan insang, ikan ini mampu menyerap oksigen langsung dari udara melalui kulit dan lapisan lembap di rongga mulutnya. Selama bagian tubuh tersebut tetap basah, mudskipper dapat bernapas tanpa harus terus berada di dalam air.

Justru ketika terlalu lama terendam, kemampuan mengambil oksigen dari udara menjadi terganggu. Karena itulah mudskipper harus sering muncul ke permukaan atau kembali ke daratan agar dapat bernapas dengan optimal.

Selain bernapas melalui kulit, mudskipper juga memiliki ruang insang khusus yang berfungsi menyimpan cadangan air. Air tersebut menjaga insangnya tetap lembap sehingga organ pernapasannya tetap bekerja meski berada di luar air selama berjam-jam.

Keunikan lain terletak pada sirip dadanya yang telah berevolusi menjadi sangat kuat. Sirip tersebut berfungsi layaknya kaki sehingga memungkinkan ikan tembakul berjalan, melompat, bahkan memanjat akar-akar pohon bakau untuk mencari makanan maupun menghindari predator.

Kemampuan memanjat pohon merupakan salah satu karakteristik yang membuat mudskipper berbeda dari hampir seluruh spesies ikan lainnya. Adaptasi tersebut membantu mereka bertahan hidup di lingkungan bakau yang selalu dipengaruhi pasang surut air laut.

Sebagai predator kecil, mudskipper memangsa serangga, cacing, udang kecil, hingga kepiting mungil yang hidup di atas lumpur. Mata besarnya yang menonjol di bagian atas kepala memungkinkan ikan ini mengawasi lingkungan sekitar dengan baik, bahkan saat sebagian tubuhnya masih berada di dalam lumpur.

Para ahli biologi mencatat terdapat sekitar 30 spesies mudskipper yang tersebar di kawasan tropis dan subtropis Asia, Afrika hingga Australia. Indonesia menjadi salah satu negara dengan keanekaragaman spesies mudskipper yang cukup tinggi karena memiliki kawasan mangrove terluas di dunia.

Keberadaan ikan tembakul juga memiliki peran penting sebagai indikator kesehatan ekosistem bakau. Populasi yang stabil menunjukkan lingkungan mangrove masih mampu mendukung kehidupan berbagai organisme, mulai dari ikan, kepiting, burung, hingga berbagai jenis tumbuhan pesisir.

Di sejumlah wilayah Indonesia Timur, ikan tembakul bahkan dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan pangan tradisional. Dagingnya dikenal memiliki cita rasa gurih dan diolah menjadi berbagai hidangan khas masyarakat pesisir.

Selain menarik perhatian para peneliti, mudskipper juga menjadi daya tarik wisata edukasi di berbagai kawasan konservasi mangrove. Banyak wisatawan datang untuk menyaksikan secara langsung ikan unik yang dapat berjalan di lumpur dan memanjat akar pohon tersebut.

Penelitian terbaru menunjukkan mudskipper juga memiliki perilaku sosial yang cukup kompleks. Mereka mampu mempertahankan wilayah kekuasaan, mengenali lokasi sarang, serta melakukan komunikasi visual melalui gerakan tubuh saat berinteraksi dengan sesamanya.

Meski memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa, keberlangsungan hidup mudskipper tetap bergantung pada kelestarian hutan bakau. Alih fungsi lahan mangrove menjadi tambak, kawasan industri, maupun permukiman menjadi ancaman serius terhadap habitat alami spesies ini.

Karena itu, upaya pelestarian mangrove tidak hanya penting untuk mencegah abrasi pantai dan menjaga kualitas lingkungan pesisir, tetapi juga untuk melindungi berbagai satwa unik yang hidup di dalamnya, termasuk ikan tembakul.

Keberadaan mudskipper menjadi bukti bahwa alam mampu menciptakan makhluk hidup dengan kemampuan yang tampak mustahil. Ikan yang justru bisa tenggelam jika terlalu lama berada di air ini menjadi salah satu contoh luar biasa bagaimana evolusi memungkinkan spesies beradaptasi dengan lingkungan yang terus berubah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *