Wamen Investasi Todotua Pasaribu Terima Chairman Daewoo E&C, Bahas Penguatan Investasi Infrastruktur dan Energi
JAKARTA – Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu menerima kunjungan Chairman Daewoo Engineering & Construction (Daewoo E&C) Jung Wonju beserta jajaran di Kantor BKPM, Jakarta, Rabu (8/7/2026). Pertemuan tersebut membahas peluang perluasan investasi perusahaan asal Korea Selatan itu di berbagai sektor strategis di Indonesia.
Pertemuan menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kerja sama investasi dengan mitra internasional sekaligus mendorong percepatan realisasi proyek-proyek strategis nasional. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan iklim investasi yang kondusif, transparan, dan memberikan kepastian hukum bagi para investor.
Dalam diskusi tersebut, Todotua Pasaribu dan Jung Wonju membahas rencana pengembangan bisnis Daewoo E&C di Indonesia, termasuk peluang investasi pada sektor infrastruktur, kawasan komersial, energi terbarukan, dan berbagai proyek pembangunan yang memiliki nilai strategis bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Daewoo E&C merupakan salah satu perusahaan konstruksi terbesar di Korea Selatan yang telah memiliki pengalaman panjang di Indonesia. Perusahaan tersebut juga terus menunjukkan minat memperluas investasinya seiring meningkatnya pembangunan infrastruktur di berbagai daerah.
Sebelumnya, pada April 2026, Daewoo E&C menandatangani kerja sama pengembangan proyek perumahan dan kawasan komersial bersama Sinarmas Land dalam forum bisnis Korea-Indonesia. Kesepakatan tersebut menjadi salah satu langkah awal memperluas portofolio investasi perusahaan di Indonesia.
Selain sektor properti, Daewoo E&C juga menjajaki peluang keterlibatan dalam berbagai proyek strategis nasional, termasuk pembangunan infrastruktur pendukung Ibu Kota Nusantara (IKN), proyek energi terbarukan, hingga pengembangan fasilitas energi dan liquefied natural gas (LNG).
Wamen Investasi Todotua Pasaribu menyampaikan bahwa pemerintah terus membuka ruang bagi investor global untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional, khususnya pada sektor yang mampu memberikan nilai tambah, menciptakan lapangan kerja, serta mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan investor asing menjadi salah satu kunci dalam mempercepat pembangunan infrastruktur sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia sebagai tujuan investasi di kawasan Asia Tenggara.
Pertemuan tersebut juga membahas peluang kerja sama di sektor energi bersih. Pemerintah menilai pengalaman dan teknologi yang dimiliki Daewoo E&C dapat mendukung target Indonesia dalam meningkatkan bauran energi baru terbarukan serta mempercepat transisi menuju pembangunan yang ramah lingkungan.
Komitmen investasi Daewoo E&C diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan nasional melalui peningkatan investasi, transfer teknologi, pengembangan sumber daya manusia, serta penciptaan lapangan kerja baru di berbagai sektor.
Ke depan, pemerintah bersama Daewoo E&C akan menindaklanjuti hasil pembahasan melalui koordinasi teknis agar berbagai peluang investasi yang telah dibahas dapat segera direalisasikan. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Korea Selatan sekaligus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dan energi berkelanjutan di Indonesia.
