Juli 14, 2026

Kapolri Serahkan Bantuan Peralatan Karhutla untuk Polda Riau, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan

0
IMG-20260709-WA0079

KAMPAR – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo menyerahkan bantuan peralatan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada Polda Riau dalam kegiatan Gelar Kesiapan Penanganan Karhutla di Lapangan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Riau, Kabupaten Kampar, Rabu (8/7/2026).

Bantuan tersebut diserahkan sebagai bentuk penguatan kesiapsiagaan menghadapi meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut, saat ini terdapat 329 titik api yang tersebar di kawasan seluas sekitar 15.000 hektare.

Penyerahan bantuan diterima langsung oleh Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan serta disaksikan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto, unsur Forkopimda, serta para pemangku kepentingan yang terlibat dalam penanganan karhutla.

Peralatan yang disalurkan meliputi satu unit ekskavator Hitachi 110F, 20 unit mesin pompa air, 10 unit sepeda motor Kawasaki KLX 150 CC, 50 unit alat pelindung asap, dua unit Wontech Portable WiFi, serta berbagai perlengkapan pendukung lainnya untuk mendukung operasi pemadaman dan pencegahan kebakaran.

Dalam arahannya, Kapolri menegaskan bahwa kesiapan menghadapi musim kemarau harus dilakukan secara maksimal melalui penguatan personel, sarana dan prasarana, serta sinergi lintas instansi.

Selain memperkuat peralatan, Kapolri juga menginstruksikan seluruh jajaran untuk menyiapkan sumber air melalui pembangunan sumur bor sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kekeringan berkepanjangan selama musim kemarau.

Menurut Kapolri, karakteristik kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau memiliki dua periode rawan, yakni pada Juli hingga September, yang berpotensi semakin meningkat akibat pengaruh fenomena El Nino.

Kapolri menegaskan bahwa keberhasilan penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Alhamdulillah saya lihat bahwa seluruh stakeholders yang ada mulai dari Basarnas, BNPB, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, perusahaan-perusahaan swasta, dan seluruh kekuatan yang ada semuanya bersatu. Inilah yang kita butuhkan menghadapi potensi karhutla,” ujar Kapolri.

Ia juga mengingatkan pentingnya memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan, termasuk meningkatkan kepatuhan terhadap aturan pembukaan lahan agar risiko kebakaran dapat ditekan sejak dini.

Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari implementasi program Green Policing yang diusung Polda Riau dengan semangat “Melindungi Tuah, Menjaga Marwah”.

Konsep tersebut menempatkan perlindungan lingkungan sebagai bagian dari tugas kepolisian. “Tuah” dimaknai sebagai kekayaan alam dan sumber kehidupan masyarakat yang harus dijaga, sedangkan “Marwah” mencerminkan kehormatan, jati diri, dan nilai budaya masyarakat Riau.

Melalui pendekatan Green Policing, Polri tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga aktif dalam upaya pelestarian lingkungan, mitigasi bencana, serta membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan dan lahan.

Dengan dukungan peralatan yang lebih memadai, sinergi antarlembaga, serta keterlibatan masyarakat, diharapkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dapat semakin optimal sehingga risiko kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau dapat diminimalkan demi melindungi lingkungan, kesehatan masyarakat, dan keberlanjutan pembangunan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *