BNN Raih Kategori Baik dalam Evaluasi Rehabilitasi Berkelanjutan Semester I 2026, Perkuat Layanan Pemulihan Berbasis Recovery Capital
JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat capaian positif dalam Evaluasi Pelaksanaan Layanan Rehabilitasi Berkelanjutan Semester I Tahun 2026. Hasil evaluasi menunjukkan pelaksanaan layanan rehabilitasi nasional berada pada kategori baik, dengan tingkat pemahaman petugas terhadap konsep rehabilitasi berbasis keterpulihan (Recovery Capital Management) masuk kategori sangat baik.
Evaluasi dilaksanakan pada 26–30 Juni 2026 dan melibatkan 671 petugas pelaksana teknis rehabilitasi dari berbagai satuan kerja BNN di seluruh Indonesia. Kegiatan ini bertujuan mengukur efektivitas layanan rehabilitasi, memetakan capaian program, sekaligus mengidentifikasi tantangan dalam mendukung proses pemulihan jangka panjang bagi penyalahguna narkotika.
Hasil evaluasi menunjukkan mayoritas petugas telah memahami bahwa keberhasilan rehabilitasi tidak hanya diukur dari berhentinya penggunaan narkotika, tetapi juga dari pulihnya fungsi fisik, psikologis, sosial, serta meningkatnya kemandirian klien melalui pendekatan Recovery Capital Management.
Pendekatan tersebut menjadi landasan penting dalam membangun sistem rehabilitasi yang lebih komprehensif dan berorientasi pada pemulihan berkelanjutan. Dalam implementasinya, sebagian besar satuan kerja telah menjalankan kunjungan rumah (home visit) serta layanan tatap muka sebagai metode utama pemantauan dan pendampingan terhadap klien pascarehabilitasi.
Meski mencatat hasil yang menggembirakan, evaluasi juga menemukan sejumlah aspek yang masih memerlukan penguatan. Tata kelola administrasi, terutama penyusunan resume perkembangan klien dan mekanisme rujukan antarunit kerja, dinilai perlu terus disempurnakan agar kesinambungan layanan rehabilitasi berjalan lebih efektif.
Selain itu, petugas masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan, antara lain sulitnya menghubungi klien setelah menjalani rehabilitasi serta belum optimalnya dukungan keluarga dalam mendukung proses pemulihan secara berkelanjutan.
Dalam pelaksanaan rehabilitasi, mayoritas satuan kerja telah memanfaatkan kombinasi instrumen Torehan Pena Raja dan Brief Assessment of Recovery Capital sebagai alat ukur indeks keterpulihan. Instrumen tersebut menjadi dasar penyusunan intervensi lanjutan yang lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan masing-masing klien.
Sebagai tindak lanjut atas hasil evaluasi, BNN akan memperkuat sistem pencatatan data keterpulihan yang terintegrasi secara nasional, melakukan standardisasi instrumen layanan rehabilitasi, serta memperluas kolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja, Balai Latihan Kerja, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan produktivitas serta kemandirian klien pascarehabilitasi.
BNN juga akan terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai pelatihan, di antaranya Relapse Management, Recovery Capital Management, serta Family Recovery Support guna memperkuat kualitas layanan rehabilitasi di seluruh Indonesia.
Melalui berbagai langkah tersebut, BNN menegaskan komitmennya menghadirkan layanan rehabilitasi berkelanjutan yang semakin berkualitas, profesional, dan berorientasi pada pemulihan jangka panjang. Penguatan kolaborasi lintas sektor, sistem pencatatan yang terintegrasi, serta keterlibatan keluarga diharapkan mampu menekan angka kekambuhan dan mempercepat reintegrasi sosial sehingga para mantan penyalahguna narkotika dapat kembali menjadi individu yang produktif di tengah masyarakat.
