Juli 14, 2026

Banjir Bandang Terjang Jerman, Sedikitnya 60 Orang Tewas dan Ratusan Masih Hilang

0
IMG-20260627-WA0087

BERLIN – Banjir bandang yang melanda wilayah barat Jerman menewaskan sedikitnya 60 orang dan menyebabkan ratusan lainnya masih dinyatakan hilang setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut selama dua hari berturut-turut. Bencana yang terjadi pada Kamis (25/6/2026) itu menghancurkan permukiman, memutus jaringan komunikasi, serta memicu operasi penyelamatan besar-besaran.

Wilayah Rheinland-Pfalz dan Nordrhein-Westfalen menjadi daerah yang mengalami kerusakan paling parah. Sungai-sungai kecil meluap secara tiba-tiba, berubah menjadi arus deras yang menyapu kendaraan, merobohkan rumah, merusak jembatan, serta menerjang desa-desa di kawasan Pegunungan Eifel.

Bencana terjadi hanya beberapa hari setelah Jerman dilanda gelombang panas ekstrem yang menyebabkan tanah menjadi sangat kering dan keras. Ketika hujan berintensitas tinggi turun dalam waktu singkat, air tidak mampu meresap ke dalam tanah sehingga memicu banjir bandang dengan daya rusak yang sangat besar.

Di Distrik Ahrweiler, jaringan telepon seluler dan komunikasi mengalami gangguan total sehingga banyak keluarga kehilangan kontak dengan kerabat mereka. Otoritas setempat memperkirakan jumlah korban masih dapat bertambah seiring berlanjutnya proses pencarian.

Gubernur: Bencana Terburuk yang Pernah Terjadi

Gubernur Rheinland-Pfalz, Malu Dreyer, menyebut banjir tersebut sebagai salah satu bencana alam paling dahsyat dalam sejarah wilayahnya.

“Kami belum pernah mengalami bencana seperti ini. Sungguh menghancurkan,” ujar Dreyer dalam keterangannya di parlemen regional.

Pemerintah daerah menetapkan status darurat dan mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat proses evakuasi serta pencarian korban yang masih hilang.

Puluhan Korban Jiwa, Desa-Desa Hancur

Data sementara menunjukkan sedikitnya 30 korban jiwa berasal dari Nordrhein-Westfalen dan 28 orang dari Rheinland-Pfalz. Selain itu, banjir yang dipicu sistem cuaca yang sama juga menyebabkan sedikitnya delapan orang meninggal di Belgia.

Di Desa Schuld, sejumlah rumah runtuh diterjang arus deras, sementara puluhan warga masih belum diketahui keberadaannya.

Operasi pencarian menghadapi berbagai kendala akibat jalan yang terputus, jembatan ambruk, longsor, serta padamnya jaringan listrik, telepon, dan internet di sejumlah wilayah.

Banyak bangunan tua berbahan bata dan kayu roboh setelah dihantam arus banjir yang membawa pohon, lumpur, dan puing-puing.

Militer dan Tim SAR Dikerahkan

Ratusan warga berhasil dievakuasi menggunakan perahu karet dan helikopter dari atap rumah maupun bangunan yang terisolasi.

Pemerintah Jerman mengerahkan ratusan personel militer, petugas pemadam kebakaran, tim pencarian dan penyelamatan (SAR), serta relawan dari berbagai daerah untuk membantu operasi kemanusiaan.

Di Distrik Euskirchen, sedikitnya delapan korban jiwa dilaporkan akibat banjir.

Sementara di Erftstadt, dekat Kota Köln, sejumlah rumah ambruk dan kebocoran jaringan gas memperumit proses penyelamatan warga yang masih terjebak.

Belgia Juga Terdampak

Bencana tidak hanya melanda Jerman.

Di Belgia, Sungai Vesdre meluap hingga merendam kawasan Pepinster di dekat Liège.

Sebuah perahu penyelamat dilaporkan terbalik saat melakukan evakuasi, menyebabkan tiga warga lanjut usia dinyatakan hilang.

Beberapa jenazah juga ditemukan di Kota Verviers setelah banjir merendam kawasan permukiman.

Perubahan Iklim Jadi Sorotan

Para ilmuwan menilai meningkatnya frekuensi hujan ekstrem dan banjir bandang di Eropa tidak dapat dilepaskan dari dampak perubahan iklim global.

Kombinasi gelombang panas berkepanjangan yang diikuti hujan dengan intensitas sangat tinggi dinilai meningkatkan risiko banjir bandang karena tanah kehilangan kemampuan menyerap air secara cepat.

Pemerintah Jerman menyatakan akan menyalurkan bantuan darurat bagi para korban sekaligus menyiapkan program rekonstruksi jangka panjang bagi wilayah terdampak.

Bencana ini juga memicu kembali perdebatan mengenai pentingnya investasi pada infrastruktur pengendalian banjir, sistem peringatan dini, serta strategi adaptasi terhadap perubahan iklim yang semakin sering memicu cuaca ekstrem di Eropa.

Internal Link:

  • Dua Topan Mekkhala dan Higos Ancam Jepang, Evakuasi Massal dan Penerbangan Dibatalkan — /dunia/dua-topan-mekkhala-higos-ancam-jepang-2026/
  • Gempa Kembar 7,2 dan 7,5 Guncang Venezuela, 589 Tewas dan 50.000 Hilang — /dunia/gempa-venezuela-72-75-589-tewas-2026/
  • Gempa Yamanashi 5,6 SR Guncang Jepang, Getaran Terasa hingga Tokyo — /dunia/gempa-yamanashi-56-sr-jepang-2026/
  • UE Perpanjang Sanksi Ekonomi terhadap Rusia 12 Bulan — /internasional/ue-perpanjang-sanksi-rusia-12-bulan-2026/
  • Korban Gempa Venezuela Membengkak: 589 Tewas, 50.000 Hilang — /dunia/korban-gempa-venezuela-membengkak-589-tewas-2026/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *