Indonesia–AS Sepakati Kemitraan Pertahanan MDCP, Fokus Modernisasi hingga Latihan Bersama
JAKARTA — Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyepakati pembentukan Major Defense Cooperation Partnership (MDCP) dalam pertemuan resmi di Pentagon.
Kesepakatan ini menjadi kerangka strategis baru dalam memperkuat hubungan pertahanan antara Indonesia dan Amerika Serikat, dengan tiga fokus utama: modernisasi militer, peningkatan profesionalisme prajurit, serta perluasan latihan dan operasi bersama.
Dalam pernyataan bersama, kedua pihak menegaskan komitmen untuk memperdalam kolaborasi di bidang teknologi pertahanan, termasuk pengembangan sistem baru serta peningkatan kemampuan pemeliharaan alat utama sistem persenjataan (alutsista). Selain itu, kerja sama juga akan mencakup penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan militer berstandar internasional.
Latihan gabungan seperti Super Garuda Shield disebut akan terus diperluas, baik dari sisi skala maupun kompleksitas operasi, sebagai bagian dari upaya meningkatkan interoperabilitas kedua negara.
Pemerintah Amerika Serikat juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi aktif Indonesia dalam berbagai misi perdamaian dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Peran tersebut dinilai mencerminkan komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas dan keamanan global.
Penguatan kerja sama ini dinilai sejalan dengan upaya Indonesia dalam memperkuat postur pertahanan nasional di tengah dinamika geopolitik yang terus berkembang, tanpa meninggalkan prinsip politik luar negeri bebas aktif.
Dengan terbentuknya MDCP, hubungan pertahanan Indonesia-AS diproyeksikan memasuki fase yang lebih maju dan terstruktur, dengan orientasi pada kepentingan strategis jangka panjang kedua negara.
