JCBC RI–Filipina ke-8 Perkuat Kemitraan Strategis, Dorong Stabilitas Kawasan dan Rantai Pasok Nikel
VIRAL POST — Pertemuan Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) ke-8 antara Indonesia dan Filipina menjadi momentum penting untuk memperkuat kemitraan strategis kedua negara di tengah dinamika global.
Fokus kerja sama mencakup berbagai sektor krusial, mulai dari keamanan maritim, perdagangan, investasi, hingga energi dan mineral strategis ,termasuk penguatan rantai pasok nikel global yang kian vital dalam industri masa depan.
Kedua Menteri Luar Negeri juga menegaskan pentingnya menjaga stabilitas kawasan serta memperkuat peran ASEAN sebagai pilar utama dalam menghadapi tantangan geopolitik global. Sentralitas ASEAN dinilai menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan dan kerja sama regional.
Terkait isu global, khususnya konflik di Timur Tengah, Indonesia kembali menegaskan komitmennya terhadap perdamaian berkelanjutan.
Pemerintah mendorong pencegahan eskalasi konflik serta menekankan pentingnya solusi yang adil bagi Palestina sebagai bagian dari upaya menciptakan stabilitas jangka panjang.
Secara ekonomi, Filipina merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia di Asia Tenggara. Pada 2025, nilai perdagangan bilateral kedua negara tercatat mencapai USD 12,02 miliar. Selain itu, Filipina juga menjadi pasar ekspor batu bara terbesar Indonesia di kawasan, sekaligus mitra penting dalam penguatan ketahanan energi.
Melalui JCBC sebagai mekanisme dialog tingkat tinggi antar Menteri Luar Negeri, kedua negara berkomitmen memastikan tindak lanjut konkret serta membuka arah baru dalam memperdalam kerja sama strategis yang saling menguntungkan.
