Seskab Teddy–Kadin Bahas Prioritas Ekonomi 2026, Dorong Sinergi “Indonesia Incorporated”
VIRAL POST — Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, dalam pertemuan strategis guna membahas arah prioritas dunia usaha nasional tahun 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Anindya melaporkan hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin yang digelar bulan lalu, sekaligus memaparkan sejumlah agenda prioritas yang akan dijalankan organisasi pengusaha tersebut. Fokus pembahasan mencakup penguatan kontribusi Kadin dalam mendukung program pemerintah serta mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
Salah satu topik utama adalah pelaksanaan program Quick Win 2025 yang meliputi inisiatif Makan Bergizi Gratis (MBG), Program Keluarga Gizi (PKG), serta pembangunan Rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Selain itu, turut dibahas pengembangan program Koperasi Desa (KopDes) dan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai bagian dari upaya pemerataan ekonomi hingga ke daerah.
Pertemuan juga menyinggung peran Kadin melalui Global Engagement Office (GEO) dalam mendukung agenda internasional Presiden Prabowo Subianto. Kadin diharapkan dapat memberikan masukan strategis dalam rencana kunjungan kenegaraan Presiden ke Inggris serta partisipasi Indonesia dalam forum ekonomi global World Economic Forum di Davos, Swiss.
Seskab Teddy menegaskan pentingnya kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia usaha dalam menghadapi dinamika ekonomi global. Sinergi tersebut, menurutnya, sejalan dengan arahan Presiden untuk memperkuat konsep Indonesia Incorporated, yakni kerja sama terpadu antara negara dan sektor swasta demi mendorong pertumbuhan yang inklusif.
“Kadin diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan investasi, serta menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujar Teddy.
Sementara itu, Kadin menyatakan kesiapan penuh untuk bergotong royong bersama pemerintah dalam menjalankan agenda pembangunan nasional. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mempercepat pemulihan dan ekspansi di tengah tantangan global.
Dengan penguatan koordinasi ini, pemerintah dan dunia usaha optimistis dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih tangguh, kompetitif, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan.
