Yonarmed 12 Kostrad Tebar Semangat Literasi di Perbatasan pada Hardiknas 2026
VIRAL POST — Momentum Hari Pendidikan Nasional dimanfaatkan Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur dari Yonarmed 12 Kostrad untuk menebar semangat literasi di wilayah perbatasan. Melalui Pos Asulait, para prajurit membagikan buku bacaan kepada siswa SD Inpres Asulait, Desa Sarabau, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Senin (4/5/2026).
Kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian TNI terhadap dunia pendidikan, khususnya di daerah perbatasan yang masih menghadapi keterbatasan akses bahan bacaan dan fasilitas belajar.
Dorong Minat Baca Sejak Dini
Pembagian buku dilakukan dengan tujuan menumbuhkan minat baca sekaligus memperluas wawasan siswa sejak usia dini. Antusiasme terlihat dari para siswa yang menerima buku dengan penuh semangat, menjadikannya sebagai sumber pengetahuan baru dan inspirasi dalam meraih cita-cita.
Danpos Asulait, Serma Siswanto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Satgas dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di wilayah perbatasan.
“Pendidikan adalah kunci utama dalam membangun generasi masa depan yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya.
TNI Hadir Tak Hanya Jaga Perbatasan
Selain menjalankan tugas utama menjaga kedaulatan negara di perbatasan RI–Timor Leste, Satgas juga berperan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk di bidang pendidikan.
Serma Siswanto berharap kegiatan ini mampu memotivasi siswa untuk lebih giat belajar dan menumbuhkan kecintaan terhadap budaya membaca.
“Kehadiran kami tidak hanya sebagai penjaga perbatasan, tetapi juga sebagai penggerak kemajuan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan,” tambahnya.
Perkuat Akses Pendidikan di Wilayah Terluar
Langkah yang dilakukan Satgas Yonarmed 12 Kostrad ini dinilai sebagai bagian penting dalam memperkuat akses pendidikan di wilayah terluar Indonesia. Literasi menjadi fondasi utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, terutama di daerah yang berbatasan langsung dengan negara lain.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa sinergi antara aparat negara dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun Indonesia dari pinggiran, sejalan dengan semangat pemerataan pembangunan nasional.
Sumber: Penkostrad
