Menteri PU Dody Hanggodo Geram di Proyek Sekolah Rakyat Nganjuk: “Jangan Main-Main dengan Program Prioritas Presiden”
VIRAL POST – Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengaku sempat sangat geram saat meninjau pelaksanaan program Sekolah Rakyat di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Ia bahkan melontarkan pernyataan emosional terhadap bawahannya terkait dugaan persoalan dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Dalam keterangannya kepada media di Surabaya, Minggu (12/4/2026), Dody mengatakan kekesalannya muncul karena program tersebut merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan menghapus kemiskinan ekstrem.
“Kalau kemarin saya masih umur 20 tahun, saya tonjok tuh Kepala Balai-nya. Eh sama PPK-nya. Bener saya tonjok! Jengkel banget saya itu,” kata Dody.
Ia menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat tidak boleh dipermainkan oleh siapa pun, karena program tersebut memiliki tujuan besar untuk membantu masyarakat yang berada dalam kondisi ekonomi paling rentan.
“Janganlah main-main dengan program prioritas presiden, apalagi yang bertujuan menghapuskan kemiskinan ekstrem,” ujarnya.
Dody juga menyampaikan peringatan keras kepada aparatur sipil negara (ASN) yang tidak sejalan dengan arah kebijakan pemerintah. Menurutnya, jika ada ASN yang tidak mendukung kebijakan Presiden, sebaiknya mundur dari jabatannya.
“Kalau tidak suka dengan Presiden Prabowo Subianto, keluar dari ASN. Berhenti jadi ASN. Jangan membuat masalah seperti ini,” tegasnya.
Ia mengungkapkan bahwa kunjungannya ke lokasi Sekolah Rakyat di Nganjuk justru membuka fakta yang mengejutkan baginya. Salah satunya terkait alasan yang disampaikan oleh pihak tertentu mengenai penerimaan persentase tertentu dalam pelaksanaan proyek.
Menurut Dody, hal itu membuatnya semakin terkejut sehingga emosinya sempat memuncak.
Meski demikian, ia juga menyampaikan permintaan maaf atas ucapannya yang dinilai terlalu keras.
“Saya kemarin benar-benar khilaf karena jengkel. Saya harusnya tidak boleh begitu sebagai seorang menteri,” katanya.
Lebih lanjut, Dody memastikan bahwa pemerintah akan menuntaskan pekerjaan proyek Sekolah Rakyat sesuai target. Ia menyebutkan bahwa penyelesaian pekerjaan ditargetkan rampung pada 20 Juni, sehingga pada 30 Juni seluruh fasilitas sudah siap digunakan dan kegiatan belajar dapat dimulai pada 1 Juli.
Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan salah satu agenda strategis pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat miskin sekaligus menjadi bagian dari upaya nasional dalam menghapus kemiskinan ekstrem.