Menko Airlangga Minta Dukungan Meksiko untuk Aksesi CPTPP, Indonesia Bidik Pasar Ekspor yang Lebih Luas
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta dukungan Meksiko terhadap proses aksesi Indonesia ke dalam Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP). Permintaan tersebut disampaikan Airlangga saat menerima kunjungan Duta Besar Meksiko untuk Indonesia, Francisco de la Torre Galindo, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta.
Airlangga menilai dukungan seluruh negara anggota CPTPP, termasuk Meksiko, memiliki arti penting bagi kelancaran proses aksesi Indonesia. Hal tersebut tidak terlepas dari mekanisme pengambilan keputusan CPTPP yang mengedepankan konsensus di antara negara anggotanya.
“Indonesia saat ini sedang dalam proses aksesi CPTPP dan menilai bahwa dukungan dari seluruh anggota CPTPP, termasuk Meksiko, memberikan pengaruh penting dalam kelancaran proses aksesi Indonesia, juga mengingat organisasi CPTPP yang bersifat konsensus,” ujar Airlangga dalam keterangannya.
Proses aksesi Indonesia sendiri telah memasuki tahapan penting setelah preparation discussion disepakati dalam Pertemuan Menteri CPTPP ke-10 yang berlangsung di Vietnam pada 26 Juni 2026. Perkembangan tersebut menjadi salah satu langkah strategis Indonesia untuk memperluas akses pasar dan memperkuat integrasi ekonomi dengan negara-negara mitra perdagangan utama.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjalankan proses aksesi secara transparan dan konstruktif, sekaligus memenuhi standar tinggi yang diterapkan dalam CPTPP. Indonesia menargetkan dapat menjadi anggota penuh blok perdagangan tersebut pada 2027.
Keanggotaan dalam CPTPP dipandang dapat memberikan peluang strategis bagi perekonomian Indonesia, terutama dalam memperluas pasar ekspor dan meningkatkan daya saing produk nasional. Pemerintah memproyeksikan aksesi tersebut berpotensi meningkatkan ekspor Indonesia hingga 19 persen serta membuka akses yang lebih luas ke sejumlah pasar baru.
Meksiko menjadi salah satu pasar yang dinilai memiliki peluang besar bagi Indonesia. Selama ini, hubungan perdagangan kedua negara terus berkembang, meskipun masih terdapat sejumlah tantangan dalam akses pasar. Nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Meksiko pada 2025 tercatat sekitar 3,5 miliar dolar AS dan menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Angka tersebut sekaligus memperlihatkan besarnya ruang yang masih dapat dikembangkan. Indonesia dan Meksiko dinilai memiliki peluang untuk memperluas perdagangan berbagai komoditas, meningkatkan investasi, serta memperkuat kemitraan antara pelaku usaha kedua negara.
Duta Besar Meksiko untuk Indonesia Francisco de la Torre Galindo menyampaikan bahwa masih banyak potensi kerja sama yang dapat dikembangkan antara Indonesia dan Meksiko. Ia juga mendorong pengusaha Indonesia untuk melihat peluang investasi di Meksiko sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.
“Banyak potensi kerja sama yang dapat dikembangkan antara Indonesia dan Meksiko. Oleh karena itu, kami mengundang pengusaha Indonesia untuk berinvestasi di Meksiko memanfaatkan peluang yang ada,” ujar Francisco.
Dorongan tersebut menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan Meksiko tidak hanya memiliki dimensi perdagangan, tetapi juga berpotensi berkembang ke sektor investasi dan kerja sama dunia usaha. Bagi Indonesia, akses terhadap pasar Meksiko dapat menjadi semakin strategis apabila proses aksesi CPTPP berjalan sesuai target.
Namun, peluang tersebut tetap membutuhkan kesiapan industri nasional. Perluasan akses pasar harus diikuti dengan peningkatan kualitas produk, efisiensi biaya produksi, kepastian pasokan, serta kemampuan pelaku usaha memenuhi standar perdagangan internasional. Tanpa kesiapan tersebut, terbukanya pasar baru belum tentu secara otomatis menghasilkan peningkatan ekspor yang optimal.
Karena itu, proses aksesi CPTPP perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat daya saing ekonomi Indonesia. Pemerintah perlu memastikan pelaku industri, termasuk usaha kecil dan menengah, memperoleh dukungan yang memadai agar mampu memanfaatkan peluang perdagangan yang lebih luas.
Pertemuan Airlangga dan Duta Besar Meksiko menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi bilateral sekaligus membangun dukungan terhadap agenda perdagangan Indonesia. Kedua negara sepakat mendorong dialog yang lebih intensif guna menciptakan iklim perdagangan dan investasi yang kondusif, terbuka, serta saling menguntungkan.
Jika proses aksesi Indonesia ke CPTPP dapat diselesaikan sesuai target, keanggotaan tersebut berpotensi menjadi pintu masuk bagi produk Indonesia ke pasar yang lebih luas. Tantangan berikutnya adalah memastikan peluang yang terbuka benar-benar diterjemahkan menjadi peningkatan ekspor, investasi, dan pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha dan masyarakat Indonesia.
