Agustus 22, 2026

KRI I Gusti Ngurah Rai-332 Singgah di Busan Menuju Latma ORRUDA 2026 dengan Rusia

0
IMG-20260720-WA0048

KRI I Gusti Ngurah Rai-332 (KRI GNR-332), unsur Satuan Kapal Eskorta Koarmada II, melaksanakan persinggahan (port visit) di Dermaga Busan Naval Base, Republik Korea, pada Minggu (19/7), sebagai bagian dari pelayaran menuju Vladivostok, Rusia, untuk mengikuti Latihan Bersama ORRUDA 2026 dengan Angkatan Laut Rusia (Russian Navy). Persinggahan ini menjadi bagian penting dari rangkaian perjalanan sekaligus momentum bagi seluruh kru untuk memastikan kesiapan sebelum memasuki agenda latihan internasional di perairan Rusia.

Setibanya di Busan Naval Base, KRI GNR-332 beserta Satuan Tugas Latma ORRUDA 2026 disambut oleh Asisten Atase Pertahanan Republik Indonesia di Korea Selatan Mayor (Mar) Muhammad Fakhrul, Commander Host Ship Gongju Commander Ji Young, serta Person in Charge (POC) ROK Fleet Command Major KOO Seonmo. Penyambutan tersebut mencerminkan hubungan persahabatan dan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Republik Korea yang terus dibangun melalui komunikasi, kunjungan kapal, serta berbagai kegiatan kerja sama antarangkatan laut.

Satgas Latma ORRUDA 2026 dipimpin oleh Komandan KRI GNR-332 sekaligus Komandan Satgas, Kolonel Laut (P) Ahmad Makmur Ikhlas, dengan Safety Officer Letkol Laut (P) Angga Radiansyah. Selama pelayaran, seluruh personel terus melaksanakan pengecekan kesiapan material dan personel guna memastikan kapal serta prajurit berada dalam kondisi optimal sebelum melanjutkan misi menuju Rusia.

Persinggahan di Busan juga dimanfaatkan untuk melaksanakan bekal ulang (resupply), pemeriksaan teknis kapal, sekaligus mempererat hubungan profesional dengan Angkatan Laut Republik Korea. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesiapan operasional KRI GNR-332 sebelum melanjutkan pelayaran menuju Vladivostok.

Selain aspek teknis dan operasional, port visit ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat komunikasi dan pertukaran pengalaman antarprajurit. Interaksi dengan unsur Angkatan Laut Korea Selatan diharapkan dapat memperluas wawasan serta memperkuat jejaring kerja sama pertahanan dan keamanan maritim di kawasan.

Keikutsertaan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dalam Latma ORRUDA 2026 menjadi bagian dari diplomasi maritim TNI Angkatan Laut sekaligus sarana meningkatkan profesionalisme prajurit melalui latihan bersama dengan Angkatan Laut Rusia. Latihan internasional semacam ini memiliki arti strategis karena dapat meningkatkan interoperabilitas, memperkuat kemampuan operasional, serta membangun kepercayaan antarnegara melalui kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan maritim.

Kehadiran KRI GNR-332 dalam pelayaran menuju Rusia juga memperlihatkan bagaimana kapal perang Indonesia menjalankan fungsi diplomasi sekaligus menjaga citra dan kepentingan nasional di ruang maritim internasional. Kapal perang jenis frigat tersebut menjadi salah satu unsur TNI AL yang membawa misi negara dalam membangun hubungan persahabatan dengan angkatan laut negara lain.

Latma ORRUDA merupakan salah satu agenda kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Rusia yang menjadi wadah untuk meningkatkan kemampuan dan koordinasi operasional kedua angkatan laut. Berbagai skenario latihan dapat menjadi sarana untuk menguji kesiapan personel, memperkuat komunikasi taktis, serta meningkatkan pemahaman terhadap prosedur operasi bersama dalam konteks keamanan maritim.

Bagi Indonesia, keikutsertaan dalam latihan internasional juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan profesionalisme prajurit TNI AL sekaligus memperkenalkan kemampuan alutsista nasional. Pengoperasian KRI GNR-332 dalam misi pelayaran internasional menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan terhadap kapasitas Indonesia dalam menjalankan operasi maritim jarak jauh.

Persinggahan di Busan Naval Base sekaligus memperlihatkan bahwa diplomasi maritim tidak semata-mata berbicara mengenai kekuatan militer. Kehadiran kapal perang Indonesia di pelabuhan negara sahabat juga membuka ruang untuk membangun komunikasi, mempererat hubungan antarmanusia, serta memperkenalkan identitas dan budaya maritim Indonesia kepada masyarakat internasional.

Dengan melanjutkan pelayaran menuju Vladivostok untuk mengikuti Latma ORRUDA 2026, KRI I Gusti Ngurah Rai-332 membawa lebih dari sekadar misi latihan. Di balik perjalanan tersebut terdapat pesan bahwa Indonesia terus berupaya memperkuat kerja sama pertahanan, membangun kepercayaan antarnegara, serta berkontribusi terhadap terciptanya stabilitas dan keamanan maritim kawasan Indo-Pasifik. Diplomasi maritim menjadi jembatan yang menghubungkan kepentingan nasional dengan persahabatan antarbangsa, sementara kehadiran TNI AL di lautan menjadi simbol bahwa Indonesia siap berperan aktif dalam menjaga perdamaian dan keamanan dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *