Dulu Ingin Pensiun di Solo, Jokowi Kini Disebut Siap Keliling Indonesia untuk PSI Jelang 2029
JAKARTA — Mantan Presiden Joko Widodo kembali menjadi sorotan setelah namanya disebut akan mengambil peran lebih aktif dalam perjalanan politik Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjelang Pemilu 2029.
Sejumlah pernyataan dari elite partai mengindikasikan bahwa Jokowi dipersiapkan menjadi figur sentral dalam penguatan konsolidasi politik PSI di berbagai daerah. Bahkan, mantan kepala negara tersebut disebut telah ditetapkan sebagai patron politik partai untuk memperkuat kerja organisasi hingga tingkat akar rumput.
Ketua DPP PSI, Bestari Barus menyebut Jokowi kini telah menjadi bagian dari PSI dan akan ikut membantu kerja politik partai. Namun, menurutnya, keterlibatan tersebut masih menunggu momentum dan kondisi yang tepat.
“Beliau sudah sampaikan masih kuat turun sampai ke kabupaten kota,” kata Bestari, Kamis (14/5/2026).
Pernyataan itu merujuk pada penyampaian Jokowi dalam agenda Rakernas PSI di Makassar pada Januari 2026. Kehadiran mantan presiden tersebut dinilai menjadi energi tambahan bagi kader partai dalam menghadapi kontestasi politik mendatang.
PSI juga menilai peran Jokowi tidak hanya bersifat simbolik. Partai disebut tengah menyusun peta jalan atau roadmap perjalanan politik yang memungkinkan Jokowi turun langsung ke berbagai wilayah Indonesia untuk memperkuat basis dukungan menjelang Pemilu 2029.
Meski demikian, PSI belum mengungkap secara rinci posisi atau peran spesifik yang akan diemban Jokowi. Partai menyebutnya sebagai bagian dari “kejutan politik” yang akan diumumkan pada waktu yang tepat.
Di sisi lain, pernyataan tersebut memunculkan perhatian publik karena sebelumnya Jokowi pernah menyampaikan keinginannya untuk pensiun dari dunia politik setelah menyelesaikan masa jabatan sebagai presiden. Saat itu, ia menyebut ingin kembali ke Solo dan menjalani kehidupan sebagai warga biasa, sekaligus lebih fokus pada kegiatan sosial dan lingkungan.
Belakangan, dinamika politik yang berkembang menunjukkan kemungkinan peran baru Jokowi di panggung politik nasional masih terbuka.
Sementara itu, PSI juga menegaskan bahwa aktivitas Jokowi nantinya tetap mempertimbangkan kondisi kesehatan. Menurut partai, keputusan mengenai agenda lapangan tentu akan menyesuaikan rekomendasi medis.
