Agustus 23, 2026

BNN Jambi Gelar Razia Gabungan Tempat Hiburan Malam, Periksa Pengunjung dan Cegah Peredaran Narkoba

0
IMG-20260720-WA0077

Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jambi bersama tim gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Polisi Militer (Denpom), dan Polri menggelar razia di sejumlah tempat hiburan malam di Kota Jambi, Jumat (18/7/2026) malam. Operasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di wilayah Jambi.

Selain menyasar potensi peredaran narkotika, razia gabungan tersebut juga menjadi bagian dari pengawasan terhadap kepatuhan tempat hiburan malam terhadap ketentuan perizinan dan peraturan daerah. Kehadiran aparat diharapkan dapat menciptakan situasi yang aman dan kondusif bagi masyarakat.

Sebelum melakukan penyisiran, seluruh personel dari berbagai instansi mengikuti apel pasukan. Operasi dipimpin Kepala Satpol PP Kota Jambi, Iper Riyansuni. Dalam pelaksanaannya, petugas dibagi menjadi dua tim untuk menyisir sejumlah lokasi hiburan malam di Kota Jambi secara bersamaan.

Tim pertama menyasar Xtree, Dinasty, Regent, dan VIP. Sementara tim kedua melakukan pemeriksaan di Luna, Amnesia, NYX Karaoke, serta sejumlah lokasi lainnya. Penyisiran secara simultan dilakukan untuk memperluas jangkauan pengawasan sekaligus memastikan kegiatan berjalan efektif.

Di lokasi razia, personel Satpol PP melakukan pendataan terhadap pengunjung serta memeriksa dokumen perizinan usaha tempat hiburan malam. Sementara itu, petugas BNN melakukan pemeriksaan identitas dan pengecekan barang bawaan pengunjung guna mengantisipasi adanya narkotika maupun barang terlarang lainnya.

Petugas BNN juga melakukan tes urine terhadap sejumlah pihak yang berada di lokasi, termasuk pengunjung, pemandu lagu, dan karyawan tempat hiburan. Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mendeteksi kemungkinan penyalahgunaan narkotika sekaligus mencegah tempat hiburan malam menjadi ruang bagi aktivitas peredaran barang terlarang.

Dalam operasi tersebut, Polisi Militer atau Denpom turut dilibatkan. Kehadiran unsur Polisi Militer menjadi bagian dari pengawasan terhadap kemungkinan adanya anggota TNI yang berada di tempat hiburan malam pada waktu yang tidak diperbolehkan. Pengawasan lintas institusi juga diharapkan dapat menjaga disiplin serta memastikan tidak ada aparat maupun aparatur negara yang melanggar ketentuan yang berlaku.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Kota Jambi, M Andriyan Syafitra, menyampaikan bahwa razia tersebut melibatkan sejumlah unsur, termasuk BNN, Polisi Militer, Polri, dan instansi terkait lainnya. Kolaborasi tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antarlembaga dalam melakukan pengawasan dan penegakan aturan di wilayah Kota Jambi.

Dari hasil operasi, petugas mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan pelanggaran aturan maupun penyalahgunaan narkotika. Barang bukti tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui proses pemeriksaan dan penyelidikan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Terhadap pihak yang nantinya terbukti positif menggunakan narkotika, penanganan akan dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

BNN Provinsi Jambi terus mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika. Pengelola tempat hiburan malam juga diharapkan turut menciptakan lingkungan usaha yang bersih dari narkoba dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.

Razia gabungan tersebut menjadi pengingat bahwa pemberantasan narkotika membutuhkan pengawasan yang konsisten dan kerja sama lintas sektor. Sinergi antara BNN, Satpol PP, Polisi Militer, Polri, pemerintah daerah, pengelola usaha, dan masyarakat diharapkan mampu mempersempit ruang gerak jaringan narkotika sekaligus mencegah generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan barang terlarang.

Dengan operasi yang dilakukan secara berkala dan penegakan hukum yang konsisten, pemerintah dan aparat penegak hukum diharapkan dapat menjaga Kota Jambi tetap aman dan kondusif. Upaya pencegahan juga perlu terus diperkuat melalui edukasi kepada masyarakat agar kesadaran terhadap bahaya narkotika tumbuh dari lingkungan keluarga, tempat kerja, hingga ruang publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *