Mei 7, 2026

AHY Dorong Infrastruktur Berbasis ESG, Gandeng Akademisi Unair untuk Pembangunan Berkelanjutan

0
1777955773452

VIRAL POST — Pemerintah terus memperkuat arah pembangunan infrastruktur nasional berbasis keberlanjutan dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menegaskan bahwa pembangunan ke depan harus mampu menyatukan pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan dalam satu kerangka kebijakan.
Hal tersebut disampaikan AHY saat menerima kunjungan akademisi dari Universitas Airlangga, yang dipimpin Prof. Iman Harymawan, bersama tim dari Center for Environmental, Social, and Governance Studies di kantor Kemenko Infrastruktur.

Infrastruktur Tak Hanya Fisik, Tapi Berdampak Sosial

Dalam pertemuan tersebut, AHY menekankan pentingnya pendekatan people-centered development atau pembangunan yang berorientasi pada manusia. Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga harus memberikan dampak nyata terhadap kualitas hidup masyarakat.
“Kita harus memastikan pembangunan menghadirkan kemakmuran sekaligus menjaga keberlanjutan. Dampak sosial harus terasa, termasuk bagi masyarakat pesisir seperti nelayan, tanpa mengabaikan perlindungan lingkungan dari krisis iklim,” ujar AHY.

Peran Strategis ESG dalam Infrastruktur

AHY juga mengapresiasi peran CESGS Unair sebagai pusat unggulan (center of excellence) dalam mendorong penerapan standar ESG, khususnya dalam pendanaan dan pengembangan proyek infrastruktur nasional.
Pendekatan ESG dinilai menjadi kunci dalam menarik investasi berkelanjutan sekaligus meningkatkan kredibilitas Indonesia di mata investor global yang kini semakin memperhatikan aspek lingkungan dan sosial.

Menuju Hub Bisnis Berkelanjutan Asia Pasifik

Dalam kesempatan tersebut, AHY juga menyambut undangan untuk menghadiri Asia Pacific Sustainable Business and Innovation Forum. Forum ini diharapkan menjadi ruang strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat (hub) bisnis berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik.
Pemerintah optimistis, dengan sinergi antara akademisi, pemerintah, dan sektor swasta, Indonesia mampu mempercepat transformasi menuju ekonomi hijau yang inklusif dan berdaya saing global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *