Agustus 28, 2026

Hari Anak Nasional 2026, Widya Sari SH Dorong Perlindungan Anak dan Penguatan Peran Keluarga untuk Masa Depan Indonesia

0
IMG-20260713-WA0116-1

JAMBI — Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi momentum untuk kembali mengingatkan pentingnya perlindungan dan pemenuhan hak anak sebagai bagian dari investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Sekretaris Aliansi Wartawan Nasional Indonesia (AWNI) DPW Provinsi Jambi, Widya Sari, SH, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan kepentingan terbaik bagi anak sebagai tanggung jawab bersama.

Widya menilai anak-anak Indonesia tidak hanya membutuhkan perhatian pada momentum peringatan Hari Anak Nasional, tetapi juga lingkungan yang aman, keluarga yang memberikan kasih sayang, pendidikan yang layak, serta perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan dan diskriminasi.

“Anak-anak Indonesia adalah harapan dan masa depan bangsa. Mereka berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, mendapatkan kasih sayang, pendidikan yang layak, dan perlindungan yang sebaik-baiknya,” ujar Widya Sari.

Menurutnya, upaya membangun masa depan Indonesia harus dimulai dari perhatian terhadap tumbuh kembang anak. Keluarga, kata dia, memiliki peran fundamental dalam memberikan rasa aman sekaligus membentuk karakter dan nilai-nilai kehidupan sejak usia dini.

HAN 2026 Momentum Memperkuat Kepedulian terhadap Anak

Bagi Widya, Hari Anak Nasional tidak semestinya dipandang sebatas seremoni tahunan. Peringatan tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bersama bahwa setiap anak memiliki hak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

Ia mengajak orang tua, masyarakat, pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, serta media untuk membangun ekosistem yang mampu memberikan perlindungan dan ruang tumbuh yang positif bagi anak.

“Jangan hanya mendengarkan suara anak pada Hari Anak Nasional. Mari kita dengarkan aspirasi mereka, lindungi hak-haknya, dan hadir untuk memastikan mereka memiliki masa depan yang lebih baik,” katanya.

Widya juga menekankan pentingnya menciptakan ruang yang aman, nyaman, sehat, ramah, dan inklusif bagi seluruh anak tanpa membedakan latar belakang mereka.

Menurutnya, keberpihakan terhadap anak harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Perlindungan anak, pendidikan, kesehatan, pengasuhan yang baik, serta lingkungan sosial yang mendukung merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari upaya menyiapkan generasi penerus bangsa.

Perjalanan di Dunia Sosial, Politik, dan Organisasi

Widya Sari merupakan sosok yang selama ini aktif dalam berbagai aktivitas sosial, politik, dan organisasi kemasyarakatan di Jambi. Saat ini, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris AWNI DPW Provinsi Jambi.

Dalam aktivitas organisasi, Widya turut mendorong penguatan peran media dalam menjalankan fungsi kontrol sosial sekaligus menjadi sarana penyampaian aspirasi masyarakat.

Keterlibatannya dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan juga menjadi bagian dari perjalanan panjangnya dalam berinteraksi langsung dengan warga. Ia dikenal mengedepankan pendekatan yang dekat dengan masyarakat dan berupaya memahami persoalan publik dari tingkat akar rumput.

Sebelum aktif dalam organisasi, Widya juga memiliki pengalaman dalam aktivitas politik dan relawan. Berdasarkan profil yang disampaikan, ia pernah dipercaya memegang posisi dalam jaringan relawan pemenangan politik nasional dan pernah terlibat dalam kegiatan pemenangan relawan di wilayah Jambi.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan Widya dalam membangun komunikasi politik dan sosial dengan masyarakat.

Pernah Terlibat dalam Kontestasi Politik

Komitmen Widya terhadap jalur demokrasi juga pernah diwujudkan melalui keterlibatannya dalam kontestasi politik.

Ia pernah maju sebagai calon anggota DPRD Kota Jambi dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk Daerah Pemilihan Jambi Timur. Dalam kontestasi tersebut, berdasarkan data yang disampaikan, Widya memperoleh 1.680 suara.

Sebelumnya, ia juga pernah mengikuti kontestasi sebagai calon legislatif melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan).

Keterlibatan tersebut menunjukkan perjalanan Widya dalam memilih jalur politik sebagai salah satu ruang untuk menyampaikan aspirasi dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Politik Kerakyatan dan Kedekatan dengan Warga

Dalam menjalankan aktivitas sosial dan politiknya, Widya dikenal memiliki pendekatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Kunjungan dari rumah ke rumah atau pendekatan door to door menjadi salah satu cara yang digunakannya untuk mendengar aspirasi warga dan memahami persoalan yang mereka hadapi secara langsung.

Bagi Widya, politik seharusnya tidak berhenti pada kontestasi dan perebutan kekuasaan. Politik, menurut pandangannya, harus menjadi sarana pengabdian dan perjuangan untuk menghadirkan kebijakan serta solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Cara pandang tersebut juga menjadi landasan dalam menyampaikan pesan pada momentum Hari Anak Nasional 2026.

Widya menilai keberpihakan kepada anak merupakan bagian penting dari perjuangan membangun masyarakat yang lebih baik. Anak-anak yang mendapatkan perlindungan, pendidikan, kasih sayang, dan kesempatan yang setara akan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menjadi generasi penerus bangsa.

“Ketika kita menjaga anak-anak hari ini, sesungguhnya kita sedang menjaga masa depan Indonesia. Karena itu, mari bersama-sama menciptakan ruang yang aman, nyaman, sehat, ramah, dan inklusif bagi setiap anak,” ujar Widya.

Membangun Indonesia Dimulai dari Menjaga Anak

Peringatan Hari Anak Nasional 2026 diharapkan tidak hanya menjadi momentum untuk menyampaikan ucapan, tetapi juga menjadi pengingat mengenai tanggung jawab bersama dalam memastikan setiap anak dapat tumbuh dengan baik.

Bagi Widya Sari, pembangunan bangsa tidak cukup hanya diukur melalui pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Kualitas sumber daya manusia juga menjadi fondasi utama yang menentukan arah masa depan Indonesia.

Karena itu, investasi terbaik yang dapat dilakukan bangsa adalah memastikan anak-anak mendapatkan kesempatan untuk tumbuh, belajar, berkembang, dan meraih cita-cita dalam lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang.

“Anak-anak adalah bagian penting dari masa depan bangsa. Mari kita jadikan Hari Anak Nasional sebagai momentum untuk memperkuat kepedulian, mempererat kolaborasi, dan memastikan tidak ada anak yang kehilangan haknya untuk tumbuh dan berkembang,” tuturnya.

Melalui momentum Hari Anak Nasional 2026, Widya Sari mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menghadirkan lingkungan yang lebih ramah terhadap anak. Menurutnya, masa depan Indonesia yang kuat, maju, dan berkeadilan harus dibangun sejak hari ini dengan memastikan generasi penerus tumbuh dalam perlindungan dan kesempatan yang setara.

Dengan semangat tersebut, Hari Anak Nasional bukan sekadar peringatan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen bersama bahwa menjaga anak berarti menjaga masa depan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *