Agustus 28, 2026

Kemenko Perekonomian dan World Gold Council Gelar Bullion Academy Training Perdana di Indonesia

0
IMG-20260719-WA0006

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama World Gold Council (WGC) dan Intergovernmental Forum on Mining, Minerals, Metals and Sustainable Development (IGF) menyelenggarakan Bullion Academy Training untuk pertama kalinya di Indonesia. Pelatihan ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam memperkuat fondasi ekosistem bulion nasional yang terintegrasi, inklusif, transparan, dan berdaya saing global.

Bullion Academy Training tidak hanya membahas perkembangan pasar emas dunia, tetapi juga menyoroti praktik pertambangan emas skala kecil yang bertanggung jawab. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperkuat tata kelola, serta membangun kesiapan industri dan pasar dalam mendukung pertumbuhan ekosistem bulion Indonesia.

Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan BUMN Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan, menegaskan bahwa pengembangan ekosistem bulion membutuhkan integrasi menyeluruh di sepanjang rantai nilai emas. Integrasi tersebut mencakup sektor pertambangan, pemurnian, penyimpanan, perdagangan, pembiayaan, hingga pengembangan produk investasi berbasis emas.

Menurut Ferry, ekosistem bulion yang kompetitif tidak cukup hanya dibangun melalui regulasi. Pemerintah juga membutuhkan kapasitas kelembagaan yang kuat, keahlian teknis, serta kesiapan pelaku industri. Pasokan emas fisik yang berasal dari sumber yang bertanggung jawab juga menjadi elemen penting untuk membangun pasar bulion yang kredibel dan berkelanjutan.

Pelatihan tersebut menghadirkan para ahli internasional yang membahas berbagai isu strategis, mulai dari tren pasar emas global, standar pertambangan yang bertanggung jawab, hingga strategi menghubungkan produksi emas di sektor hulu dengan infrastruktur keuangan formal.

Penguatan kapasitas tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar emas Indonesia. Dengan pasar yang lebih transparan dan terstruktur, Indonesia berpeluang mengembangkan berbagai instrumen keuangan inovatif yang didukung oleh emas fisik sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap investasi berbasis emas.

Dorongan terhadap pengembangan ekosistem bulion juga sebelumnya disampaikan World Gold Council melalui gagasan pengembangan produk Exchange Traded Fund (ETF) emas. Head of Asia Pacific World Gold Council, Shaokai Fan, menilai perkembangan ekosistem bulion Indonesia menunjukkan kemajuan positif setelah diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada akhir Februari 2025.

Menurutnya, peningkatan literasi masyarakat dan investor mengenai emas menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem tersebut. Pemahaman yang lebih baik akan membantu masyarakat mengenali manfaat emas tidak hanya sebagai aset fisik, tetapi juga sebagai bagian dari instrumen investasi dan sistem keuangan yang lebih luas.

Indonesia sendiri memiliki potensi sumber daya emas yang besar. Berdasarkan perkiraan United States Geological Survey (USGS), produksi emas Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 90 ton atau sekitar 2,7 persen dari produksi emas dunia. Sementara itu, cadangan emas Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 3.600 ton atau sekitar 5,5 persen dari cadangan global.

Sejak inisiatif bank emas diluncurkan, jumlah emas yang dikelola dalam ekosistem bulion nasional melalui PT Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia disebut telah mencapai 153,05 ton. Data tersebut menunjukkan besarnya potensi pengembangan industri emas Indonesia apabila rantai nilai dari hulu hingga hilir dapat dikelola secara terintegrasi.

Pemerintah juga telah menyiapkan Indonesia’s Bullion Ecosystem Roadmap sebagai panduan pengembangan ekosistem usaha bank emas nasional. Peta jalan tersebut mencakup berbagai agenda strategis, termasuk rencana pembentukan Dewan Emas Nasional dan Lembaga Penjamin Emas sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola dan kepercayaan terhadap ekosistem bulion.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pembentukan Dewan Emas Nasional masih dalam proses dan akan dilaksanakan secara bertahap sesuai kebutuhan serta perkembangan ekosistem bulion nasional.

Secara strategis, Bullion Academy Training perdana ini dapat dipandang sebagai investasi terhadap kualitas sumber daya manusia dan tata kelola industri emas Indonesia. Tantangan terbesar pengembangan ekosistem bulion bukan semata-mata terletak pada besarnya cadangan emas, tetapi pada kemampuan Indonesia membangun rantai nilai yang transparan, bertanggung jawab, memiliki standar global, dan mampu memberikan nilai tambah sebesar-besarnya bagi perekonomian nasional.

Dengan dukungan mitra internasional dan penguatan kapasitas domestik, Indonesia memiliki peluang untuk bergerak lebih jauh dari sekadar negara penghasil emas. Ekosistem bulion yang kuat dapat membuka ruang bagi pengembangan industri pemurnian, pembiayaan berbasis emas, investasi, hingga produk keuangan yang lebih inovatif.

Bullion Academy Training menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan tersebut. Melalui peningkatan kompetensi, tata kelola, dan pemahaman terhadap dinamika pasar emas global, Indonesia berupaya membangun ekosistem bulion yang terpercaya, inklusif, dan kompetitif, sekaligus memperkuat posisi sebagai salah satu pemain strategis dalam ekonomi emas Asia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *