Agustus 28, 2026

Wapres Gibran Tinjau Progres Tol Betung–Jambi, Target Rampung 2027 dan Waktu Tempuh Dipangkas Jadi 2 Jam

0
IMG-20260719-WA0008

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau progres pembangunan Jalan Tol Bayung Lencir yang menghubungkan wilayah perbatasan Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan, Kamis (16/7/2026). Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan pembangunan infrastruktur strategis nasional berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Fokus kunjungan diarahkan pada ruas Tol Betung–Jambi yang merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatra. Kehadiran jalan tol ini diharapkan memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi logistik di kawasan Jambi dan Sumatera Selatan.

Dalam pemaparan mengenai perkembangan proyek, Direktur Operasi III PT Hutama Karya Iwan Hermawan menjelaskan bahwa keberadaan tol akan memberikan dampak signifikan terhadap waktu tempuh perjalanan. Jalur yang selama ini dapat ditempuh hingga sekitar lima jam, bahkan lebih ketika terjadi kemacetan, nantinya diproyeksikan dapat dilalui sekitar dua jam melalui jalan tol. Jarak perjalanan juga akan mengalami pengurangan dari sekitar 210 kilometer menjadi kurang lebih 170 kilometer.

Perubahan tersebut dinilai bukan sekadar persoalan angka, melainkan berpotensi memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Petani dan pedagang yang mengangkut hasil bumi dari Jambi menuju Sumatera Selatan, misalnya, dapat menghemat waktu perjalanan sekaligus menekan biaya operasional. Distribusi komoditas yang sebelumnya membutuhkan waktu panjang dapat berlangsung lebih cepat sehingga membuka peluang peningkatan efisiensi dan daya saing produk lokal.

Dari perspektif konektivitas regional, Tol Betung–Jambi juga diharapkan memperkuat hubungan ekonomi antara Jambi dan Sumatera Selatan. Jalur tersebut dapat menjadi alternatif bagi masyarakat sekaligus membantu mengurangi beban lalu lintas pada jalan utama yang selama ini menjadi salah satu jalur mobilitas penting antardaerah.

Pengoperasian jalan tol juga berpotensi memberikan efek berganda terhadap perkembangan kawasan di sepanjang koridor pembangunan. Akses yang semakin terbuka dapat meningkatkan nilai ekonomi wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus mendorong munculnya pusat-pusat kegiatan ekonomi baru.

Salah satu potensi yang turut disoroti adalah pemanfaatan lahan nonproduktif di sepanjang koridor tol. Sekitar 896 ribu hektare lahan disebut berpotensi dikembangkan menjadi kawasan pertanian yang dapat mendukung perekonomian masyarakat. Dengan akses transportasi yang lebih baik, kawasan yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses diharapkan dapat terhubung dengan pusat distribusi dan pasar secara lebih efisien.

Ruas Tol Betung–Jambi juga diharapkan membuka alternatif mobilitas baru bagi masyarakat, khususnya pergerakan dari wilayah Batanghari bagian selatan menuju kawasan utara. Konektivitas yang lebih cepat berpotensi mendorong pertumbuhan pusat ekonomi baru, menciptakan peluang usaha, serta memperluas kesempatan kerja di wilayah yang dilintasi proyek.

Dalam peninjauan tersebut, Wapres Gibran menekankan pentingnya memastikan pembangunan berjalan optimal dan sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah. Percepatan proyek strategis nasional, menurutnya, harus diikuti dengan pengawasan agar manfaat pembangunan dapat segera dirasakan masyarakat.

“Kita pastikan progres pembangunannya berjalan optimal sehingga selesai tepat waktu dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Gibran.

Setelah menerima paparan mengenai perkembangan proyek, Wapres juga meninjau langsung salah satu segmen ruas Tol Betung–Jambi dengan melintasi jalur yang sedang dalam proses pembangunan. Peninjauan lapangan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan proyek sekaligus memastikan tidak terdapat hambatan yang berpotensi mengganggu target penyelesaian.

Jalan Tol Betung–Jambi memiliki panjang sekitar 170 kilometer. Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam kunjungan tersebut, sekitar 52 kilometer ruas telah selesai dibangun, sementara keseluruhan proyek ditargetkan rampung pada 2027. Pemerintah terus mendorong percepatan penyelesaian proyek agar manfaat konektivitas dapat dinikmati masyarakat lebih cepat.

Dalam kunjungan tersebut, Wapres didampingi Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Gubernur Jambi Al Haris, Bupati Musi Banyuasin M. Toha Tohet, serta sejumlah pejabat terkait. Kehadiran para pemangku kepentingan dari tingkat pusat hingga daerah memperlihatkan pentingnya koordinasi lintas pemerintahan dalam memastikan pembangunan infrastruktur strategis berjalan efektif.

Bagi masyarakat Jambi dan Sumatera Selatan, pembangunan Tol Betung–Jambi memiliki arti strategis yang jauh melampaui sekadar pembangunan jalan. Infrastruktur ini diharapkan menjadi penghubung baru bagi arus manusia, barang, dan kegiatan ekonomi di dua provinsi.

Jika target penyelesaian dapat tercapai sesuai rencana, masyarakat akan memperoleh pilihan perjalanan yang lebih cepat dan efisien. Produk pertanian dan komoditas daerah dapat bergerak lebih lancar menuju pasar, sementara kawasan di sepanjang jalur tol berpeluang tumbuh menjadi pusat ekonomi baru.

Pada akhirnya, keberhasilan Tol Betung–Jambi akan sangat ditentukan oleh konsistensi pembangunan, ketepatan waktu penyelesaian, serta kemampuan pemerintah memastikan infrastruktur tersebut benar-benar terintegrasi dengan pengembangan ekonomi daerah. Jalan tol bukan sekadar beton dan aspal, melainkan bagian dari strategi besar membangun konektivitas yang mampu mengubah jarak menjadi peluang dan membuka akses pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat di Jambi dan Sumatera Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *