KRI Ajak-653 Kawal Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 di Perbatasan Kalimantan Utara
Komitmen TNI Angkatan Laut untuk menjaga kedaulatan negara tidak hanya diwujudkan melalui pengamanan wilayah perbatasan, tetapi juga dengan memastikan kehadiran negara dirasakan oleh masyarakat hingga ke pulau-pulau atau wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di Indonesia. Melalui sinergi bersama Bank Indonesia (BI), KRI Ajak-653 mendukung pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 di wilayah Kalimantan Utara untuk mendistribusikan uang Rupiah layak edar sekaligus memberikan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, Sabtu (18/7/2026).
Sebagai unsur operasi pengamanan perbatasan RI–Malaysia di bawah kendali operasi Gugus Tempur Laut Koarmada II, KRI Ajak-653 mengemban misi mengantar tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat menjangkau wilayah-wilayah terpencil yang sulit diakses melalui jalur darat. Kapal perang jenis Kapal Cepat Torpedo tersebut digunakan untuk mendukung mobilitas tim dan pendistribusian uang Rupiah ke sejumlah wilayah kepulauan.
Pelayaran yang dimulai dari Dermaga Kodaeral XIII Tarakan pada 14 Juli 2026 tersebut berlangsung selama enam hari dengan menempuh rute Tarakan, Pulau Sebatik, Pulau Bunyu, Pulau Maratua, Teluk Sulaiman, Pulau Derawan, dan kembali ke Tarakan.
Dalam ekspedisi ini, Bank Indonesia membawa uang layak edar senilai Rp6 miliar untuk didistribusikan kepada masyarakat di pulau-pulau terpencil. Penyaluran tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat di wilayah perbatasan dan kepulauan memperoleh akses terhadap uang Rupiah dalam kondisi layak.
Di setiap wilayah yang disinggahi, masyarakat mendapatkan berbagai layanan, mulai dari penukaran uang Rupiah layak edar, edukasi mengenai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, hingga kesempatan mengunjungi KRI Ajak-653 melalui kegiatan Open Ship. Selain itu, bantuan sosial juga disalurkan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang tinggal di wilayah kepulauan dan kawasan 3T.
Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 mendapat sambutan hangat dari masyarakat di sejumlah pulau yang menjadi lokasi persinggahan. Di Kecamatan Maratua, perwakilan Bank Indonesia bersama personel KRI Ajak-653 dan unsur Forkopimcam memberikan layanan penukaran uang serta edukasi kepada masyarakat.
Kegiatan serupa juga dilaksanakan di Kecamatan Biduk-Biduk dengan melibatkan pemerintah kecamatan, unsur TNI-Polri, dan tokoh masyarakat. Antusiasme warga menunjukkan bahwa kehadiran layanan negara di wilayah kepulauan memiliki arti penting, terutama bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan keuangan dan perbankan.
Ekspedisi ini menjadi gambaran nyata bagaimana sinergi antarlembaga dapat memperkuat kehadiran negara di wilayah perbatasan. TNI Angkatan Laut menjalankan peran dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, sementara Bank Indonesia menjalankan mandat dalam menjaga kedaulatan Rupiah serta memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menggunakan dan mencintai Rupiah.
Kehadiran KRI Ajak-653 dalam Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 juga memperlihatkan bahwa menjaga kedaulatan tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan dan keamanan. Kedaulatan juga diwujudkan melalui hadirnya layanan negara, akses ekonomi, literasi keuangan, serta pemerataan pelayanan hingga ke wilayah terluar Indonesia.
Sinergi TNI AL dan Bank Indonesia tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa sekaligus memastikan simbol kedaulatan negara, yaitu Rupiah, hadir di seluruh penjuru Tanah Air. Khususnya di pulau-pulau terluar yang menjadi bagian penting dari wilayah perbatasan Indonesia.
Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 di Kalimantan Utara menjadi bukti bahwa negara terus berupaya hadir hingga ke wilayah yang sulit dijangkau. Melalui distribusi uang Rupiah layak edar, edukasi literasi keuangan, bantuan sosial, serta interaksi langsung dengan masyarakat, ekspedisi ini tidak hanya memperkuat kedaulatan Rupiah, tetapi juga membangun rasa kebersamaan dan mempererat hubungan antara negara dan masyarakat di wilayah perbatasan.
Dengan dukungan KRI Ajak-653 dan sinergi Bank Indonesia bersama berbagai unsur terkait, kehadiran Rupiah di wilayah 3T diharapkan semakin kuat. Sebab, ketika Rupiah hadir dan beredar secara merata hingga pulau-pulau terluar, di sanalah salah satu wajah nyata kedaulatan ekonomi Indonesia benar-benar terlihat.
