Tiga Pendaki Tewas di Grand Canyon Akibat Gelombang Panas Ekstrem, NPS Keluarkan Peringatan
ARIZONA – Gelombang panas ekstrem yang melanda wilayah barat Amerika Serikat kembali memakan korban jiwa. Tiga pendaki dilaporkan meninggal dunia dalam dua insiden terpisah di Grand Canyon National Park, Arizona, pada Juni 2026, diduga akibat penyakit yang berkaitan dengan paparan panas ekstrem.
National Park Service (NPS) menyatakan seluruh korban meninggal sebelum tim penyelamat berhasil mencapai lokasi, meskipun operasi penyelamatan darat dan dukungan udara telah segera dikerahkan.
Korban pertama merupakan seorang pria berusia 72 tahun yang mengalami gangguan kesehatan saat mendaki jalur South Kaibab Trail pada 12 Juni 2026. Empat hari kemudian, sepasang pendaki berusia 67 dan 68 tahun ditemukan meninggal di jalur North Kaibab Trail, yang dikenal sebagai salah satu rute pendakian paling berat di kawasan Grand Canyon.
Menurut pihak berwenang, ketiga korban diduga mengalami penyakit akibat panas ketika suhu di dasar ngarai mencapai sekitar 43 derajat Celsius, bahkan di area yang teduh.
National Weather Service sebelumnya telah mengeluarkan peringatan cuaca panas ekstrem untuk kawasan Grand Canyon dengan prakiraan suhu yang dapat melampaui 43 derajat Celsius, terutama di wilayah Phantom Ranch yang berada pada elevasi rendah.
Para petugas menjelaskan bahwa perbedaan suhu antara bibir ngarai dan dasar Grand Canyon dapat mencapai 20 hingga 25 derajat Celsius, sehingga banyak pendaki tidak menyadari beratnya kondisi yang akan mereka hadapi saat kembali mendaki menuju puncak.
Meteorolog National Weather Service di Flagstaff, Justin Johndrow, mengatakan bahwa Grand Canyon memasuki periode terpanas dalam setahun sebelum datangnya musim hujan monsun pada akhir musim panas.
Ia menjelaskan bahwa perjalanan turun ke dasar ngarai relatif lebih mudah, namun perjalanan kembali menuju bibir ngarai menjadi sangat berat karena harus menghadapi tanjakan curam, kelelahan fisik, serta suhu yang jauh lebih tinggi.
NPS Imbau Hindari Pendakian Siang Hari
Meningkatnya jumlah kasus penyakit akibat panas mendorong National Park Service mengeluarkan imbauan agar pengunjung tidak melakukan pendakian di dalam Grand Canyon antara pukul 10.00 hingga 16.00, ketika suhu berada pada titik tertinggi.
Pengunjung juga diminta membawa persediaan air yang cukup, memperhatikan kondisi fisik, serta segera menghentikan aktivitas apabila mulai merasakan gejala dehidrasi atau kelelahan akibat panas.
Jenazah ketiga korban telah dievakuasi ke Kantor Pemeriksa Medis Coconino County, sementara penyelidikan resmi mengenai penyebab kematian masih berlangsung.
Gelombang Panas Melanda Amerika Serikat
Peristiwa ini terjadi ketika sebagian besar wilayah Amerika Serikat bagian barat mengalami suhu di atas rata-rata musiman.
Selain meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat panas, cuaca yang sangat kering juga memperbesar potensi kebakaran hutan di sejumlah wilayah Arizona.
Sekitar 145 kilometer di selatan Grand Canyon, kawasan Oak Creek Canyon bahkan sempat mengalami evakuasi setelah kebakaran hutan melanda wilayah di utara Sedona.
Para ahli menilai meningkatnya frekuensi gelombang panas ekstrem menjadi tantangan serius bagi pengelola taman nasional maupun wisatawan. Kondisi cuaca yang semakin ekstrem menuntut persiapan yang lebih matang serta kepatuhan terhadap seluruh imbauan keselamatan agar risiko kecelakaan dan korban jiwa dapat diminimalkan.
