Juni 24, 2026

IHSG Diprediksi Sideways di Level 6.100-6.250, Investor Tunggu Arah Baru dari MSCI

0
IMG-20260622-WA0020

Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak mendatar atau sideways pada perdagangan Senin (22/6/2026). Pelaku pasar masih menunggu sentimen besar dari pengumuman tinjauan Morgan Stanley Capital International (MSCI), sementara kondisi global masih dibayangi ketidakpastian geopolitik.

Tim analis Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 6.100 hingga 6.250. Pergerakan tersebut mencerminkan fase konsolidasi setelah pasar saham domestik mengalami pemulihan pada perdagangan pekan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat (19/6/2026), IHSG ditutup menguat tipis 0,08 persen atau naik 4,8 poin ke level 6.177,14. Penguatan tersebut terjadi meskipun investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp3,14 triliun di pasar reguler.

Pasar saat ini menaruh perhatian besar terhadap pengumuman Annual Market Classification Review MSCI yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Juni 2026 waktu Eropa atau 24 Juni 2026 waktu Indonesia.

Sebelumnya, MSCI melalui laporan Global Market Accessibility Review 2026 memberikan catatan terhadap Indonesia, terutama terkait aspek transparansi informasi pasar atau information flow. Catatan tersebut berkaitan dengan keterbukaan informasi kepemilikan saham dan aktivitas perdagangan yang menjadi perhatian investor global.

Meski demikian, Indonesia masih mempertahankan status sebagai negara berkembang atau Emerging Market dalam klasifikasi MSCI. Kondisi tersebut dinilai menjadi sentimen positif karena menjaga posisi Indonesia dalam radar investor internasional.

Selain faktor MSCI, sentimen eksternal juga masih dipengaruhi perkembangan geopolitik Timur Tengah. Ketidakpastian hubungan Amerika Serikat dan Iran serta kondisi jalur perdagangan energi global menjadi faktor yang dapat memengaruhi pasar saham dunia.

Pergerakan harga minyak juga menjadi perhatian investor karena dapat berdampak terhadap sektor energi, inflasi, serta kebijakan ekonomi berbagai negara. Kondisi geopolitik yang kembali memanas berpotensi meningkatkan volatilitas pasar.

Dari dalam negeri, investor turut mencermati sejumlah indikator ekonomi, termasuk kondisi likuiditas dan arah kebijakan pasar modal Indonesia. Bursa Efek Indonesia juga melakukan komunikasi dengan MSCI terkait evaluasi terhadap aspek transparansi informasi pasar.

Analis menilai peluang pemulihan IHSG masih terbuka apabila hasil tinjauan MSCI tidak memberikan sentimen negatif tambahan. Kepastian status Indonesia sebagai pasar berkembang tanpa perubahan besar dapat menjadi katalis positif bagi pasar saham domestik.

Untuk perdagangan jangka pendek, level support IHSG diperkirakan berada di sekitar 6.117 dan 6.080, sementara area resistance berada pada 6.209 hingga 6.245.

Dengan berbagai sentimen yang masih berkembang, IHSG diperkirakan tetap bergerak dalam fase konsolidasi. Investor akan mencermati hasil keputusan MSCI, perkembangan geopolitik global, serta arus modal asing sebagai penentu arah pasar saham Indonesia ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *