Menlu Iran Sebut “Hukum Internasional Sudah Mati”, Kritik Standar Ganda Menguat

VIRAL POST – Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi melontarkan pernyataan keras yang memicu perdebatan global: “Undang-undang internasional sudah mati.” Pernyataan ini mencerminkan meningkatnya frustrasi terhadap sistem hukum internasional yang dinilai tidak diterapkan secara adil.
Menurut sejumlah pengamat, kritik tersebut bukan muncul secara tiba-tiba, melainkan akumulasi dari berbagai peristiwa geopolitik yang memperlihatkan adanya dugaan standar ganda dalam penerapan hukum internasional.

Sorotan pada Konflik Global

Beberapa contoh yang kerap menjadi perbincangan antara lain operasi militer Israel di wilayah Gaza Strip, yang oleh sebagian pihak dinilai mendapat respons internasional yang terbatas.
Selain itu, invasi Amerika Serikat ke Irak pada 2003 juga sering dijadikan rujukan dalam perdebatan, di mana tindakan tersebut oleh pendukungnya disebut sebagai langkah pertahanan atau kebutuhan strategis.
Di sisi lain, ketika Iran menyatakan tindakannya sebagai bentuk pertahanan diri, respons internasional dinilai lebih cepat dan keras, termasuk pelabelan sebagai pelanggaran hukum.

Standar Ganda atau Realitas Politik?

Dari perspektif para kritikus, persoalan utama bukanlah runtuhnya hukum internasional, melainkan penerapannya yang tidak konsisten.
Mereka berpendapat bahwa hukum internasional kerap kali tidak berdiri sebagai standar universal yang netral, melainkan dipengaruhi oleh kekuatan politik dan kepentingan negara-negara besar.
Pandangan ini memperkuat anggapan bahwa sistem global masih didominasi oleh dinamika kekuasaan, bukan sepenuhnya oleh prinsip keadilan hukum.

Perdebatan yang Terus Menguat

Pernyataan Abbas Araghchi kini menjadi bagian dari diskursus global yang lebih luas: apakah hukum internasional benar-benar bersifat imparsial, atau justru intrinsik politis?
Sejumlah kalangan menilai bahwa meskipun sistem hukum internasional memiliki kelemahan, ia tetap menjadi instrumen penting dalam menjaga ketertiban dunia. Namun, tanpa reformasi dan konsistensi penerapan, kepercayaan terhadap sistem tersebut berpotensi terus menurun.
Di tengah meningkatnya konflik dan rivalitas geopolitik, pertanyaan ini semakin relevan dan mendesak untuk dijawab oleh komunitas internasional.

Viral Post

Viral Post adalah media digital independen yang menyajikan informasi,berita,dan isu viral secara akurat dan bertanggung jawab. Kami meyakini bahwa rakyat sebagai pemilik kedaulatan tertinggi,ber hak untuk mengetahui fakta yang dapat mempengaruhi kehidupan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *