Bandara Muara Bungo Dikepung PETI, Dugaan Keterlibatan Pemodal dan Oknum ASN Jadi Sorotan

VIRAL POST – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali menjadi sorotan publik di wilayah Kabupaten Bungo. Kali ini, praktik tambang ilegal tersebut terpantau beroperasi sangat dekat dengan kawasan Bandar Udara Muara Bungo yang merupakan salah satu objek vital di daerah tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan menggunakan drone, terlihat puluhan hingga ratusan rakit PETI jenis dompeng beroperasi di perairan yang tidak jauh dari landasan pacu bandara. Aktivitas tersebut berlangsung secara terbuka dan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan, sekaligus memperparah kerusakan lingkungan di sekitar kawasan bandara.
Keberadaan tambang ilegal yang begitu dekat dengan fasilitas penerbangan memicu kekhawatiran masyarakat. Selain berisiko terhadap keselamatan operasional pesawat, aktivitas tersebut juga berpotensi menimbulkan pencemaran air, kerusakan ekosistem sungai, serta konflik sosial di tengah masyarakat.

Dugaan Pemodal dan Penyedia Lahan

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, sejumlah nama disebut-sebut berkaitan dengan aktivitas PETI tersebut. Salah satunya Salim yang diduga berperan sebagai pemodal dalam kegiatan tambang ilegal itu.
Selain itu, beredar pula informasi mengenai keterlibatan seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial TLS yang diduga menyediakan lahan untuk aktivitas PETI dengan sistem bagi hasil.
Informasi yang berkembang di masyarakat menyebutkan oknum ASN tersebut diduga memperoleh upeti hingga 25 persen dari hasil aktivitas penambangan emas ilegal yang berlangsung di kawasan tersebut.

Desakan Penegakan Hukum

Menanggapi kondisi tersebut, seorang pemuda Bungo bernama Hendra mendesak aparat penegak hukum serta pemerintah daerah agar tidak menutup mata terhadap maraknya aktivitas PETI di sekitar kawasan bandara.
Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat harus diproses secara hukum tanpa pandang bulu, mulai dari pemodal, pemilik lahan hingga para pelaku di lapangan.
“APH tidak boleh diam. Semua pelaku PETI mulai dari pemodal, pemilik lahan hingga pekerja harus ditindak. Jangan sampai ada kesan tebang pilih dalam penindakan,” tegas Hendra, Sabtu (7/3/2026).
Ia juga meminta pemerintah daerah melalui instansi terkait segera mengambil langkah tegas terhadap oknum ASN yang diduga terlibat dalam praktik tambang ilegal tersebut.

Ancaman bagi Lingkungan dan Objek Vital

Selain berdampak pada kerusakan lingkungan, keberadaan PETI yang sangat dekat dengan kawasan Bandar Udara Muara Bungo dinilai dapat menimbulkan risiko serius terhadap keamanan objek vital nasional.
Aktivitas tambang ilegal di sekitar bandara berpotensi mengganggu kawasan keselamatan operasional penerbangan serta menciptakan kondisi yang tidak aman bagi aktivitas transportasi udara di wilayah tersebut.
Hingga saat ini, masyarakat masih menunggu langkah tegas dari aparat penegak hukum dan pemerintah daerah terkait dugaan keterlibatan sejumlah pihak serta maraknya aktivitas PETI di sekitar kawasan bandara.
Kasus ini pun diharapkan menjadi perhatian serius, mengingat persoalan tambang ilegal tidak hanya menyangkut pelanggaran hukum, tetapi juga menyangkut keselamatan publik, kelestarian lingkungan, dan kredibilitas penegakan hukum di daerah.

Viral Post

Viral Post adalah media digital independen yang menyajikan informasi,berita,dan isu viral secara akurat dan bertanggung jawab. Kami meyakini bahwa rakyat sebagai pemilik kedaulatan tertinggi,ber hak untuk mengetahui fakta yang dapat mempengaruhi kehidupan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *