Sejak awal, sistem pendidikan diarahkan untuk menciptakan tenaga kerja patuh, bukan individu mandiri secara ekonomi.

Kurikulum menekankan hafalan, kepatuhan, dan standar seragam, bukan keberanian berpikir kritis dan menciptakan nilai.

Lulusan dipersiapkan untuk mencari kerja, bukan menciptakan kerja.
Ketika masuk dunia nyata, mereka bersaing ketat di pasar kerja yang sempit dengan upah yang ditekan.

Pendidikan tinggi tidak otomatis menghasilkan kesejahteraan karena tidak terhubung langsung dengan struktur ekonomi yang sehat.

Akibatnya, banyak orang terdidik tetap bergantung pada gaji bulanan tanpa aset dan tanpa daya tawar.
Sistem ini berjalan lama dan dianggap normal, padahal hasil akhirnya adalah generasi yang cerdas secara akademik tetapi rapuh secara finansial.

Selama pendidikan tidak dibarengi ekosistem ekonomi yang memberi ruang kepemilikan dan nilai tambah, sekolah hanya akan menjadi pabrik pekerja, bukan alat pembebasan ekonomi.

By Viral Post

Viral Post adalah media digital independen yang menyajikan informasi,berita,dan isu viral secara akurat dan bertanggung jawab. Kami meyakini bahwa rakyat sebagai pemilik kedaulatan tertinggi,ber hak untuk mengetahui fakta yang dapat mempengaruhi kehidupan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *