MARK CURTIS
Sejarawan yang Membongkar Kebohongan Permanen Kebijakan Luar Negeri Barat
- SIAPA MARK CURTIS
Mark Curtis adalah:
Sejarawan Inggris
Mantan peneliti Parlemen Inggris
Pendiri & editor Declassified UK
Spesialis dokumen negara yang sudah dibuka tapi sengaja diabaikan
Berbeda dengan whistleblower:
Curtis tidak membocorkan dokumen rahasia
Ia membaca dokumen resmi yang sudah dilepas
Lalu menunjukkan satu hal mengejutkan:
Negara berbohong bahkan saat dokumennya terbuka.
- KEAHLIAN UTAMA: MEMBACA APA YANG NEGARA TIDAK MAU KITA BACA
Curtis bekerja bukan dengan spekulasi, tapi:
Arsip pemerintah
Memo diplomatik
Dokumen intelijen yang dideklasifikasi
Masalahnya:
Dokumen ini tidak pernah jadi berita
Terlalu teknis
Terlalu memalukan
Curtis menyimpulkan:
Rahasia terbesar negara
sering tersembunyi di dokumen publik.
- DUSTUR UTAMA KEBIJAKAN BARAT: “STABILITAS”
Dalam banyak bukunya (Web of Deceit, Secret Affairs, Unpeople), Curtis membuktikan pola:
Barat mendukung diktator
Melanggar HAM
Menghancurkan demokrasi
Selama satu syarat terpenuhi:
Kepentingan ekonomi & geopolitik aman.
Kata kunci:
“stabilitas”
“mitra strategis”
“kepentingan nasional”
- INDONESIA 1965:
KASUS KLASIK VERSI CURTIS
Mark Curtis secara eksplisit membahas Indonesia.
Fakta dari arsip Barat:
Inggris & AS menyambut pembantaian 1965
Jutaan orang dibunuh → disebut “berita baik”
Sukarno dianggap ancaman
Dokumen menunjukkan:
Dukungan propaganda
Dukungan intelijen
Legitimasi internasional untuk rezim baru
Curtis menyebut Indonesia:
Salah satu kejahatan geopolitik terbesar
yang berhasil “dihapus dari memori global”.
- “UNPEOPLE”: MANUSIA YANG BOLEH DIKORBANKAN
Konsep penting Curtis: Unpeople
Artinya:
Korban yang tidak dihitung
Nyawa yang tidak relevan
Bangsa yang boleh dikorbankan demi stabilitas
Indonesia, menurut Curtis:
Termasuk kategori ini selama puluhan tahun
Sama seperti:
Timor Timur
Irak
Guatemala
Kongo
- PROPAGANDA BUKAN BOHONG, TAPI SELEKSI
Curtis menjelaskan propaganda modern:
Tidak selalu bohong
Tapi memilih apa yang boleh dibahas
Tentang Indonesia:
Demokrasi pasca-reformasi disorot
Sejarah kekerasan dihapus
Peran asing tidak dibahas
Ini bukan lupa. Ini kebijakan narasi.
- FREEPORT & SUMBER DAYA
Curtis tidak fokus Freeport saja, tapi polanya jelas:
Sumber daya strategis
Rezim represif
Dukungan Barat
Selama:
Akses tambang aman
Jalur dagang stabil
Investasi terlindungi
HAM menjadi:
Bahasa fleksibel, bukan prinsip.
- INGGRIS & AS: MITOS MORAL SUPERIORITY
Curtis menghancurkan mitos:
Barat = pembela HAM
Barat = promotor demokrasi
Ia menunjukkan:
HAM dipakai selektif
sebagai alat tekan, bukan nilai.
Negara “musuh” ditekan. Negara “sekutu” dimaafkan.
- HUBUNGAN DENGAN TOKOH LAIN
Peter Dale Scott → deep politics (struktur)
Seymour Hersh → kejahatan negara (aksi)
Mark Curtis → legitimasi resmi & arsip
Curtis menjelaskan:
Bagaimana kejahatan menjadi kebijakan sah.
- KENAPA CURTIS JARANG DIANGKAT MEDIA
Karena:
Ia tidak bisa diserang “hoaks”
Ia tidak bocorkan rahasia
Ia mengutip negara itu sendiri
Satu-satunya cara melawannya adalah “DIAM”.
- PESAN INTI MARK CURTIS
“Jika Anda ingin tahu siapa yang berkuasa,
lihat siapa yang tidak pernah disalahkan.”
KESIMPULAN
Mark Curtis memberi alat penting untuk Indonesia:
Membaca ulang sejarah
Menguji narasi resmi
Menghubungkan kekerasan domestik dengan kepentingan global
Ia menunjukkan bahwa:
Apa yang terjadi di Indonesia
bukan tragedi lokal,
tapi bagian dari desain geopolitik global.