Pertanyaan tentang AI bukan lagi “akan datang atau tidak”, melainkan sudah sejauh apa ia masuk ke kehidupan manusia.
Tanpa disadari, AI sudah menemani aktivitas harian kita. Dari rekomendasi video, navigasi perjalanan, hingga aplikasi yang mengatur jadwal dan pengingat.
AI bekerja diam-diam, tidak terlihat, namun dampaknya sangat terasa. Ia membantu manusia mengambil keputusan lebih cepat dan efisien.
Di dunia kerja, AI tidak selalu menggantikan manusia. Justru banyak peran baru muncul: analis data, kreator berbasis AI, hingga pengelola sistem otomatis.
Di rumah, AI mulai berperan sebagai asisten digital. Ia mengingatkan jadwal, menjawab pertanyaan, bahkan membantu anak belajar dengan pendekatan yang lebih personal.
Yang menarik, AI juga mulai digunakan untuk memahami emosi manusia. Beberapa sistem mampu mengenali pola suara dan ekspresi untuk menyesuaikan respons.
Namun batas antara bantuan dan ketergantungan menjadi isu penting. Manusia tetap harus memegang kendali, bukan menyerahkan seluruh keputusan kepada mesin.
Para ahli sepakat, masa depan bukan tentang manusia melawan AI, melainkan manusia yang mampu hidup berdampingan dengan AI secara bijak.AI adalah alat. Bagaimana dampaknya, sangat bergantung pada cara manusia menggunakannya.
