Wartawan Perang yang Melihat Timur Tengah dari Jarak Nol dan Menolak Jadi Corong Kekuasaan

  1. POSISI UNIK FISK:
    WARTAWAN DI MEDAN, BUKAN DI STUDIO

Robert Fisk bukan analis studio, bukan jurnalis “embedded” militer.

Ia adalah:
Koresponden Timur Tengah The Independent (lebih dari 30 tahun)
Tinggal di Beirut

Meliput langsung:
Perang Lebanon
Invasi Israel
Revolusi Iran
Perang Irak (1991 & 2003)
Arab Spring
Suriah

Artinya:
Fisk menulis dari lokasi, bukan dari briefing NATO.
Ini membedakannya dari mayoritas media Barat.

  1. KEPUTUSAN STRATEGIS:
    MENETAP DI TIMUR TENGAH

Fisk tidak pulang ke London setiap konflik.
Ia:
hidup bersama warga sipil
belajar bahasa Arab
membangun jaringan lokal

Dampaknya:
ia mendengar suara korban
bukan hanya versi pemerintah
Ini membuat laporannya:
emosional
detail
dan sangat tidak nyaman bagi Barat

  1. SABRA & SHATILA:
    JURNALIS MASUK SEJARAH

1982 — Beirut.
Fisk adalah wartawan Barat pertama yang:
masuk ke kamp pengungsi Sabra & Shatila
setelah pembantaian oleh milisi Falangis Lebanon
di bawah pengawasan militer Israel

Ia melihat:
ratusan mayat warga sipil
perempuan & anak-anak
tanda eksekusi jarak dekat

Lapisan penting:
Dunia tahu Sabra–Shatila bukan dari intelijen,
tapi dari catatan kaki seorang wartawan di lokasi

  1. FISK vs NARASI “PERANG PRESISI”

Fisk secara konsisten membongkar:
mitos “surgical strike”
klaim “kerusakan minimal”
bahasa eufemisme militer

Ia mengganti istilah:
“collateral damage” → anak mati
“target netral” → rumah warga

Ini membuatnya dicap:
emosional
tidak objektif
Padahal:
Objektivitas Fisk = kesaksian langsung

  1. ISLAM, TERORISME, DAN KEMUNAFIKAN BARAT
    Fisk menolak:
    framing Islam = kekerasan

Ia menunjukkan:
akar kolonialisme
peran Inggris & Prancis
dukungan Barat terhadap diktator

Ia sering menulis:
Terorisme tidak lahir dari budaya,
tapi dari sejarah yang dihapus.

Ini membuatnya:
dibenci politisi
disukai pembaca di wilayah konflik

  1. FISK & IRAK 2003:
    “INI AKAN JADI BENCANA”

Sebelum invasi Irak:
Fisk menulis perang akan:
menghancurkan negara
memicu sektarianisme
melahirkan kelompok ekstrem
Semua terjadi.

Namun:
media Barat tidak mengakui kesalahan
Fisk tidak direhabilitasi secara resmi
Ini pola berulang:
Yang benar terlalu awal
akan selalu disingkirkan

  1. SERANGAN BALIK: “ANTI-BARAT”

Fisk sering dilabeli:
anti-Amerika
simpatisan Arab
terlalu dekat dengan sumber lokal

Padahal:
ia juga mengkritik rezim Arab
Assad
milisi Islam
Masalah sebenarnya:
Ia tidak setia pada blok kekuasaan mana pun

  1. HAL YANG JARANG DIBAHAS

Fisk pernah:
dipukuli oleh warga Afghanistan (2001)
tetap menulis dengan empati, bukan dendam

Ini menunjukkan:
ia tidak mencari posisi moral aman
Ia menulis apa yang ia lihat, meski membahayakan dirinya sendiri.

  1. WARISAN: JURNALIS ATAU ANOMALI?

Robert Fisk meninggal 2020.
Warisan yang ditinggalkan:
ribuan artikel lapangan
buku The Great War for Civilisation
arsip konflik dari sudut korban

Namun:
model jurnalisme Fisk tidak direplikasi
terlalu mahal
terlalu berbahaya
terlalu jujur

  1. KESIMPULAN

Robert Fisk adalah:
pengingat bahwa perang selalu bohong
bukti bahwa wartawan bisa berdiri di luar negara
anomali di era media cepat & aman
Jika jurnalisme hari ini adalah:
klik, narasi, dan kepatuhan

maka Robert Fisk adalah:
saksi terakhir dunia lama
yang berani melihat darah dan menulisnya apa adanya

By Viral Post

Viral Post adalah media digital independen yang menyajikan informasi,berita,dan isu viral secara akurat dan bertanggung jawab. Kami meyakini bahwa rakyat sebagai pemilik kedaulatan tertinggi,ber hak untuk mengetahui fakta yang dapat mempengaruhi kehidupan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *