VIRAL POST — Tokoh jurnalis dan pegiat sosial, Rizkan Al Mubarrok, menegaskan bahwa dalam perspektif kepemimpinan moral dan sejarah peradaban, kewajiban pertama seorang pemimpin adalah memastikan rakyatnya tidak kelaparan sebelum berbicara tentang pembangunan sektor lain seperti pendidikan.
Menurutnya, kebutuhan pangan merupakan fondasi utama kehidupan manusia. Pendidikan memang sangat penting untuk masa depan bangsa, namun seseorang tidak akan mampu belajar dengan baik apabila kondisi fisiknya lemah akibat kekurangan makan.
“Kalau rakyat masih lapar, bicara pendidikan tinggi sekalipun tidak akan efektif. Perut kenyang adalah syarat manusia bisa berpikir jernih dan menerima ilmu,” ujar Rizkan.
Ia menjelaskan bahwa prinsip tersebut bukan sekadar pandangan pribadi, tetapi memiliki akar kuat dalam sejarah kepemimpinan sejak zaman para nabi hingga para pemimpin besar dunia. Dalam tradisi Islam, pemimpin memiliki tanggung jawab memastikan kesejahteraan dasar rakyatnya terpenuhi.
Rizkan mencontohkan bahwa dalam sejarah kepemimpinan Islam, perhatian terhadap kebutuhan pangan masyarakat selalu menjadi prioritas utama. Tidak boleh ada rakyat yang kelaparan, karena kelaparan berpotensi merusak stabilitas sosial, moral, bahkan keimanan seseorang.
“Sejak zaman nabi, kebijakan terbaik pemimpin adalah memastikan tidak ada rakyatnya yang lapar. Setelah kebutuhan dasar terpenuhi, barulah ilmu dan pendidikan berkembang dengan kuat,” tegasnya.
Ia juga menilai bahwa program pemberian makanan kepada masyarakat, khususnya anak-anak, bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi sumber daya manusia jangka panjang. Anak yang bergizi baik memiliki kemampuan belajar lebih optimal dan peluang masa depan lebih besar.
Meski demikian, Rizkan menekankan bahwa pendidikan tetap menjadi pilar utama kemajuan bangsa. Namun secara urutan prioritas kemanusiaan, pemenuhan kebutuhan dasar seperti makan harus didahulukan sebagai fondasi.
“Memberi makan menyelamatkan kehidupan hari ini, pendidikan menyelamatkan kehidupan masa depan. Keduanya penting, tetapi pemimpin wajib memastikan rakyatnya hidup dulu,” katanya.
Ia berharap kebijakan negara selalu berorientasi pada kesejahteraan rakyat secara nyata, bukan hanya konsep pembangunan di atas kertas.
“Pemimpin yang baik bukan hanya membangun gedung sekolah, tetapi memastikan anak-anak yang masuk ke sekolah itu tidak dalam keadaan lapar.”